Hingga Agustus 2019, Kredit Mesra Bina 1.985 Mitra UKM Melalui 124 Rumah Ibadah

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji (kiri)-Foto: Pikiran Rakyat.

BANDUNG—Pedagang kecil seperti Rima Melati dari Kota Sukabumi, mendapatkan pinjaman yang tidak mencekik adalah suatu hal yang sulit.  Sementara tanpa pinjaman usaha counter ponsel dan pulsa yang dikelolanya sulit berkembang.  

Pucuk dicinta ulam tiba, sejak November 2018 Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat meluncurkan Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera), program pinjaman tanpa bunga dan agunan yang bisa diperoleh di masjid, gereja, pura, wihara, hingga kelenteng.

Pinjaman dengan plafon Rp500 ribu hingga Rp5 juta ini diberikan kepada perseorangan berbentuk kelompok dengan pola tanggung renteng, dengan kelompok berjumlah minimal lima orang dan maksimal 10 orang.

“Alhamdulillah usaha counter HP dan pulsa saya jadi lebih lengkap dan omzet bertambah,” ucap Rima.

Hal senada juga diungkapkan Siti Djamilah asal DKM Baitul Muttaqien Kota Sukabumi dan Soleha asal DKM Al Istiqomah Kabupaten Karawang. Dengan mengakses pinjaman, alhamdulillah saya bisa menambah menu masakan di warung nasi saya jadi lebih lengkap,” ujarSiti.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji hingga akhir Agustus 2019 ini, program yang bekerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB) dan rumah ibadah atau komunitas keagamaan ini sudah merangkul 1.985 mitra binaan alias jemaah melalui 124 rumah ibadah yang tersebar di Jabar.

“Rinciannya, kredit disalurkan kepada 56 jemaah di Kecamatan Leuwiliang Kab. Bogor melalui Masjid Al Barokah, Masjid Al Mutaqim, Masjid Nurul Hidayah, dan Klenteng Hok Tek Bio pada November 2018,” ujar Kusmana kepada wartawan, Minggu (1/9/19).

Sementara pada Januari 2019, Masjid Al Abrar di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor menjadi tempat penyaluran kredit bagi 21 jemaah, disusul pemberian kredit kepada 20 jamaah Masjid Al Ghufron, dan Masjid Al Hikmah, Kabupaten  Bogor di Februari 2019.

“Pada Maret tahun ini penerima manfaat meningkat jadi 215 orang (jemaah) yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang, Cirebon, sampai Kabupaten Bandung Barat,” ucap Kusmana

Peningkatan signifikan sekaligus yang tertinggi di 2019 terjadi pada Mei lalu. Program ini dinikmati oleh 783 jemaah yang mendaftarkan diri melalui Masjid Miftahul Falah ,Kabupaten Kuningan, Masjid Al Mutaqqin , Kabupaten  Sumedang, hingga Masjid Al Ilyas di Kabupaten Garut.

Menutup triwulan kedua 2019 pada Juni, program Kredit Mesra telah memberikan manfaat bagi 312 jemaah yang berasal dari Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Majalengka, hingga jemaah Masjid Al Ma’mur di Kota Depok.

Teranyar pada Juli 2019, 312 jemaah pun sudah menjadi mitra binaan melalui berbagai rumah ibadah di Kota Cimahi (Masjid Manarul Huda), Kabupaten Cianjur (Masjid Al Khoer), Kabupaten  Subang (Masjid Ash Shidiq), Kota Cirebon (Masjid Pelita At Taqwa), serta Masjid Al Barokah di Cicendo Kota Bandung.

Adapun usia rata-rata penerima manfaat Kredit Mesra BJB antara 17-25 tahun hingga di atas 65 tahun, dengan mayoritas penerima di elompok usia 36-45 tahun sebanyak 668 orang.

“Sementara penerima manfaat itu paling banyak adalah sebagai pemilik usaha di bidang perdagangan, disusul Ibu rumah tangga. Kemudian kategori usaha yang lain di bidang jasa, perikanan, peternakan, bahkan ada juga pelajar yang menjadi mitra binaan,” ujar Kusmana.

Selain memberikan pinjaman tanpa bunga dan agunan kepada jemaah berbagai masjid di Jabar, Kredit Mesra juga memberikan pelatihan kepada calon debitur yang merupakan anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Kusmana menambahkan, sosialisasi Kredit Mesra, serta pelatihan terkait Pemilahan Keungan Usaha dan Dinamika Kelompok terus dilakukan agar jemaah dan DKM bisa betul-betul menikmati manfaat program tersebut.

“Diharapkan (jumlah penerima kredit) bisa terus bertambah hingga 2023 untuk mengatasi masalah sulitnya warga dhuafa mengakses sektor keuangan sehingga ekonomi inklusif di Jabar meningkat,” pungkas Kusmana.

Share This: