Helene Taroreh, Royal Donuts dari Ubi

Helene Taroreh-Foto: Dokumentasi Pribadi.

JAKARTA—-Donat (donut) secara umum didefinisikan sebagai kue yang dibuat dari tepung terigu, mentega, gula, berbentuk bundaran di tengahnya.  Kue ini kemudian berkembang setelah ada yang membuatnya dari kentang. 

Kini ada yang membuatnya dari bahan lain, yaitu ubi cilembu dan ubi ungu. Hal ini yang dilakukan oleh brand Royal Donuts. Menurut Helene Taroreh, marketing brand ini awalnya tantenya  sekadar mencoba membuat bahan lain, tetapi ternyata teksturnya juga hampir sama dengan kentang.

“Rasanya pun tak kalah enak,” kata Helene melalui WA, Senin (29/6/20).

Usaha Royal Donuts sudah berlangsung  cukup lama, mulanya dijual hanya untuk pemesanan keluarga saja.

“Pada suatu hari, salah satu sepupu saya pesan donut ke tante saya ini untuk acaranya dia. Tapi ternyata donut tersebut untuk tester salah satu katering. Dan ternyata rasanya cocok. Sejak itu katering tersebut sering pesan dalam jumlah banyak. Bahkan sampai masuk katering untuk haji dan umroh,” papar Helene.

Padahal modal awalnya tidak sampai Rp300 ribu. Tapi ketika sudah produksi lebih banyak, modalnya bertambah karena harus membeli peralatan yang bisa menunjang pembuatan donut tersebut.

Bangkit di Masa Pandemi

Helene mengakui musibah Covid-19 membuat usaha langsung turun drastis, sama sekali tidak ada penjualan. Tantenya sempat drop karena tidak ada pemasukan. Kemudian menjelang puasa, Helene mendorong Tantenya membuat donat lagi. Mulanya tidak mau, tetapi akhirnya membuat juga.

Minggu pertama puasa Helene menjual donut yang sudah digoreng dan dititipkan di salah satu kantin di apartemen daerah Cipulir dengan jumlah 30 buah untuk tiga varian per hari. Hari pertama jualan masih sisa beberapa potong. Namun hari ke- dua laku keras, dan jumlahnya semakin bertambah.

Produk Royal Donuts-Foto: Dokumentasi Pribadi,

Helene pun kemudian menawarkan donat yang belum digoreng. Pemasaran dilakukan melalui media sosial.  Ternyata sambutan pasar besar. Bahkan Helene sudah punya reseller hingga Bali.

Kini selain donat ubi Cilembu, donat ubi ungu, serta donat kentang, Royal Donuts menambah varian donat gandum dan donat cokelat.

“Jika pandemi berakhir semoga bisa mendukung katering yang dahulu. Dan tetap melebarkan jaringan,” ucap Helene, seraya mengatakan mengambil pensiun dini per Mei untuk fokus dengan pemasaran donut (Irvan Sjafari).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *