Harga GKP Rp 5.205,73 per Kg

petani-sedang-menjemur-gabah-keringJakarta-petani-sedang-menjemur-gabah-keringHarga Gabah Panen (GKP) di tingkat petani naik 1,72% ditingkat petani. Dari sebelumnya Rp 5.117,64 per kilogram (kg) mejadi Rp 5.205,73 per kg. Demikian harga gabah kering gilimg (GKG) juga meningkat. Bahkan kalau tidak dikendalikan akan mempengaruhi naiknya inflansi di bulan berikutnya.

Sedangkan harga di tingkat penggilingan padi juga naik. Hagra GKP untuk tingkat penggilingan mencapai Rp 5.290,78 per kg atau mengalami kenaikan sebesar 1,71 % dibanding Desember 2015 dengan harga Rp 5.201,80 per kg. Sementara harga rata-rata di tingkat petani GKG mencapai Rp 5.689,13 per kg, atau mengalami kenaikan sebesar 1,02%, dan pada tingkat penggilingan menjadi Rp 5.805,37 per kg atau naik sebesar 1,00 persen. Demikian dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta pada wartawan di Jakarta, Senin (2/5).

Dia menambahkan, harga gabah kualitas rendah di tingkat petani pun mengalami kenaikan sebesar 0,35% menjadi Rp 4.519,67 per kg dan di tingkat penggilingan naik 0,29% atau menjadi Rp 4.614,11 per kg.

Kenaikan ini dibandingkan pada Januari 2015 rata-rata di tingkat petani untuk GKP naik sebesar 3,54%, GKG naik 4,44%, dan gabah kualitas rendah malah naiknya cukup tinggiyakni 7,30%. Kemudian di tingkat penggilingan juga terjadi kenaikan pada GKP sebesar 3,37%, GKG naik 5,01% dan gabah kualitas rendah naik 7,07%.

Pada periode sama yakni sepanjang Januari 2016, rata-rata harga beras kualitas premium pada tingkat penggilingan Rp 9.723,46 per kg atau naik 0,62% dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan Rp 9.548,24 per kg atau naik 1,03%.

Kemudian harga beras kualitas rendah di tingkat penggilingan sebesar Rp9.280,39 per kg atau naik sebesar 0,84%. Harga ini dibanding pada Januari 2015, rata-rata di tingkat penggilingan pada Januari 2016 untuk kualitas premium naik 5,20%, kualitas medium naik 3,54%, dan kualitas rendah naik 5,87%.

Masih dijelaskan Suryamin, bahwa pemantauan tersebut berdasarkan pada 847 transaksi penjualan gabah di 21 provinsi selama Januari 2016. Jumlah ini didominasi transaksi GKP sebanyak 68,95%, gabah kualitas rendah 15,58%, dan GKG sebanyak 15,47 persen. Saw/Dbs

Share This:

Next Post

Majalah Peluang Edisi 74 - Mei 2016

Sel Mei 3 , 2016
  Share on: WhatsApp Share This: