Harga Daging Ayam Kembali Stabil

Ilustrasi daging ayam ras di pasar tradisional-Foto: RRI

JAKARTA-—Kementerian Pertanian memastikan bahwa harga daging ayam di tingkat konsumen maupun peternak sudah kembali stabil.  Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengambil sejumlah langkah berbasis kemitraan peternak–integrator untuk menstabilkan harga daging ayam

“Stabilnya harga ayam di tingkat peternak merupakan hasil dari upaya seluruh stakeholder dan hal itu tentunya harus terus berlanjut sampai semua pihak dapat merasakan keuntungan,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita  dalam keterangan tertulis, Minggu (17/3/2019).

Sejumlah langkah yang telah dilakukan, di antaranya , memastikan kondisi kapasitas tampung cold storage di masing-masing pelaku usaha. Ditjen PKH juga meminta para integrator untuk memaksimalkan kapasitas pemotongan di RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan kapasitas cold storage.

“Hasil usaha sebaiknya tidak lagi dijual sebagai ayam segar atau fresh commodity, melainkan ayam beku, ayam olahan, atau pun inovasi produk lainnya,” lanjut Diarmita.

Isu sektor pangan yang mengemuka belakangan adalah anjloknya harga daging ayam. Persoalan harga daging ayam turut disuarakan dalam demonstrasi pihak-pihak yang mengatasnamakan peternak rakyat.

Namun laporan dari Petugas Informasi Pasar (PIP) Ditjen PKH mengungkapkan adanya tren kenaikan harga ayam di tingkat peternak per 11 Maret 2019 yang terjadi hampir di seluruh Indonesia, antara lain Regional Sumatra, Jawa, Bali/Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua.

Kisaran harga di tingkat produsen untuk regional Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten) per 13 Maret 2019 berkisar antara Rp5.713 sampai dengan Rp21.125 dan pada 14 Maret 2019 lalu sudah naik lagi dengan kisaran antara Rp 5.859 sampai dengan Rp21.500.

Sementara untuk regional lainnya, seperti Sumatra, Bali/Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua, harga di tingkat produsen lebih tinggi dibandingkan dengan harga di regional Jawa dan rata-rata sudah berada di atas harga acuan pemerintah.

“Pemerintah berupaya agar posisinya selalu di tengah-tengah. Kami ingin peternak senang karena untung dan masyarakat juga dapat mengkonsumsi daging ayam dengan harga yang wajar. Kami tentu ingin selalu melihat peternak dan petani senang”, ujar Diarmita.

Berdasarkan  informasi Infopangan. Jakarta per Senin 18/3/2019  harga rata-rata ayam roiler di pasar tradisional Jakarta Rp34.611 per ekor. Harga ini cenderung stabil sejak Februari 2019 lalu. Bahkan harga daging ayam menyumbang deflasi pada Februari 2019.

 

Share This: