Harga Bawang Putih Tetap Tinggi, Kemendag Terbitkan Tujuh Izin Impor

Ilustrasi-Foto: Jawa Pos.

JAKARTA-—Harga bawang putih di pasar tradisional di Jakarta dan sekitarnya hingga Jumat (19/9) masih berada pada kisaran Rp60ribu  per kilogram dan merupakan harga tertinggi di tingkat nasional. . Sekalipun Operasi Pasar yang digelar di Jakarta  beberapa waktu lalu sempat membuat harga bawang putih menyentuh Rp45 ribu per kilogram

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis(PIHPS)  Nasional menginformasukan di Kawasan lain berkisaran harga Rp46.900 hingga Rp55.650.  Sementara harga bawang putih terendah di wilayah Aceh, yaitu Rp37.250 per kilogram. Harga bawang putih di Cirebon juga naik dari Rp50-55 ribu untuk kualitas biasa dan kating Rp60 ribu menjadi Rp65 ribu.

Akhirnya  pada Kamis (18/4)  Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan sebanyak tujuh izin.  Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, pihaknya belum dapat merinci jumlah kuota impor yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan.  Sebanyak 100 ribu ton bawang putih impor nantinya siap mengguyur pasar domestik.

Sayangnya, Oke belum bisa memberikan keterangan perusahaan mana saja yang diberikan ijin impor dan juga kuotanya.  “Hanya saja izin impor tersebut hinga saat ini belum diberikan untuk Badan Urusan Logistik.”  Kata dia.

Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas juga setuju  impor bawang putih mesti tetap dilakukan segera. Impor terakhir terjadi pada Desember 2018 dengan volume yang hanya di kisaran 130 ribu ton. Padahal kebutuhan bawang putih nasional tiap bulannya sekitar 48 ribu ton. Pemenuhan komoditas ini sebagian besar dari impor.

“Impor terakhir hanya cukup untuk tiga bulan atau hingga Maret lalu. Kalau tidak ada impor, harga pasti melonjak nanti,” cetus Andreas. seraya mempertanyakan klaim Kementerian Pertanian yang menyatakan masih tersedianya stok bawang putih untuk 3 bulan ke depan.

Padahal kata dua pemenuhan komoditas ini hampir 100% berasal dari impor. Impor Memasuki April, seharusnya stok bawang putih sudah sangat minim.

Andreas mengkritisi  proses impor melalui  Rekomendasi Impor Produk Hortikultura  (RIPH) yang terkesan lamban. “Masalahnya di perencanaan. Kenapa RIPH-nya lama sekali. Mengimpor bawang putih kan juga tidak bisa langsung membalikkan telapak tangan,” pungkasnya (van/berbagai sumber).

Share This:

Next Post

Kementan Dorong Karanganyar Jadi Sentra Sayuran Organik

Sab Apr 20 , 2019
KARANGANYAR-—Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengungkapkan Kabupaten Karanganyar dapai didorong sebagai salah satu sentra sayuran organik yang tidak saja punya potensi besar di pasar swalayan dalam negeri, tetapi juga bernilai ekspor. Hal ini dikatakan Suwandi, ketika meninjau lokasi tanaman sayuran di Desa Ngeblak, Kecamatan Tawamangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, […]