Hanya 13% Pulau Berpenghuni

Tercatat 17.504 pulau di Nusantara. Dari jumlah itu, 87% tak berpenghuni. Tak jauh dari Borneo (pulau ke-3 terbesar), terdapat pulau terkecil di dunia: P Simping.

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan(KKP) mencatat sebanyak 87,62% (15.337) pulau di Indonesia tidak berpenghuni. Hanya 12,38% (2.342 pulau) yang berpenghuni dari jumlah total 17.504 pulau. Pada tahun 2007, dalam Sidang PBB United Nations Conference on the Standarization of Geographical Names (UNCSGN) di New York, pemerintah telah mendepositkan sejumlah 4.981 pulau ke PBB. Lima tahun kemudian, menyusul 13.466 pulau.

Proses toponimi pulau dikoordinasikan Kementerian Dalam Negeri. Melibatkan KKP, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Dinas Hidro Oceanografi (Dishidros) TNI AL dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sesuai amanah Perpres No. 112/2006 tentang Tim Nasional Pembakuan Nama Rupa Bumi yang disahkan pada 29 Desember 2006.

Prioritas penanganan pengelolaan pulau kecil adalah terhadap 92 pulau terluar. Pengelolaan dan pemberdayaan di pulau bersangkutan sangat penting, baik bagi pulau yang tak berpenghuni maupun yang berpenghuni. Saat ini, dari 92 pulau terluar, hanya ada 31 pulau yang berpenghuni, selebihnya tak berpenghuni. Salah satu, umpmanya, Pulau Seimun, yang luasnya hanya 18 km².

Pulau terkecil di dunia ini berdampingan dengan pulau terbesar di Indonesia. Namanya Pulau Simping yeng terletak di kawasan Pantai Sinka Island, Singkawang, Kalimantan Barat. Luasnya kurang dari 0,5 ha. Konon sudah diakui oleh PBB sebagai yang terkecil di dunia. Dulu ada orang yang mendiami daerah tersebut. Para penghuni pulau memilih pindah karena terjadinya abrasi.

Tak pernah sepi pengunjung di pulau ini. Jaraknya hanya 2-3 jam perjalanan dari Kota Pontianak. Dulunya bernama Pulau Kelapa Dua. Di Pulau Simping terdapat sebuah kelenteng untuk beribadah warga Tionghoa. Pulau ini terdiri dari pasir serta bebatuan tempat kita bisa merebahkan sejenak tubuh yang lelah sambil mendengarkan deburan ombak. Laut di sekitarnya juga tidak begitu dalam.

Pulau paling selatan bukanlah Pulau Rote, melainkan Pulau Ndana. Luas hanya sekitar 13 km. Tak berpenduduk. Hanya dihuni TNI yang menjaga pulau itu. Menjangkau pulau itu hanya dengan perahu nelayan baik dari Desa Roseli, Desa Bo’a, maupun Desa Oenggaut, sekitar 1 jam. Lagian bukan destinasi wisata.

Pulau paling utara adalah Pulau Miangas. Luasnya 3,15 km². Jaraknya ke Kecamatan Nanusa 145 mil, sedangkan ke Filipina hanya 48 mil. Populasi Miangas 678 jiwa (2003), mayoritas Suku Talaud. Perkawinan dengan warga Filipina tidak terhindarkan, bahkan mata uang peso digunakan. Dalam peta Filipina dikenal dengan nama La Palmas. Oleh Mahkamah Arbitrase Internasional, pulau ini dinyatakan hak Belanda. Aplikasi jejaring Google Maps memasukkannya ke dalam wilayah Filipina.

Pulau Benggala adalah pulau paling barat, bukan Pulau We. Berbatasan langsung dengan perairan India. Masyarakat sekitar menyebutnya Batutigabelas. Tidak berpenghuni. Luasnya hanya sekitar 4 ha. Dengan perahu boat dari Banda Aceh 7 jam, atau 3 jam dari Pulau We.● (dd)

 

Share This:

1 thought on “Hanya 13% Pulau Berpenghuni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *