Gula Impor Melimpah, Harga Lokal Anjlok

HARGA beli gula dari tangan petani ngedrop 3 tahun terakhir. Harga rata-rata beli gula petani di tahun 2016 sebesar Rp11.500/kg. Di tahun 2017 turun 17 persen menjadi Rp9.800/kg. Di tahun 2018 ini (data sementara), harga beli gula rata-rata Rp9.500/kg.

Bukan rahasia lagi, semua orang tahu, anjloknya harga gula disebabkan karena banjir impor gula rafinasi. Penurunan harga sangat signifikan terjadi akibat banjir impor. Padahal, dari data APTRI diketahui, stok gula tahun ini sangat melimpah. Sisa stok gula pada tahun lalu sebanyak 1 juta ton. Kebutuhan nasional 2,7 juta ton setahun jadi surplus 2,4 juta ton.

Melubernya gula rafinasi yang beredar pasar menjadikan konsumsi gula sudah jenuh. Akibat lanjutannya, gula yang dihasilkan petani gula (PG) tidak mendapat fasilitas dari Bulog; tidak laku dan menumpuk di gudang PG sehingga mengganggu operasi giling, petani terganggu operasional tanam, tebang, dan angkut karena ketiadaan biaya. Angka kerugian kumulatif petani tahun 2017 dan tahun ini masing-masing Rp2 triliun. Total kerugian petani Rp4 triliun dalam dua tahun.

Kenapa kekeliruan sefatal ini dibiarkan berlarut hingga dua tahun?  Ngapain aja kerja Kementerian Pertanian?

Dzakia Amelia

Tj Selor, Bulungan, Kaltara

Share This:

You may also like...