Gubernur Sumbar Apresiasi Dana Titipan Bergulir Koperasi Saudagar Minang Raya

PADANG—Langkah Koperasi Saudagar Minang Raya mengucurkan pembiayaan tanpa bunga kepada para pedagang kecil mendapat respon positif Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Program tersebut diharapkan berkesinambungan sehingga para pedagang kecil terhindar dari incaran rentenir pelepas bunga tinggi.

Program pinjaman tanpa bunga berupa Titipan Dana Bergulir (DTB)  dari penyisihan usaha, donasi maupun zakat para anggota KSMR itu dirintis awal tahun lalu dengan potensi terus meningkat seiring bertambahnya jumlah anggota.

 “Orang minang itu  sejak lahir boleh dibilang sudah  berbakat dagang, namun mereka terkendala modal sehingga output nya rerata hanya kelas pedagang kecil. Koperasi SMR saya harapkan menjaga kelangsungan Dana Titipan Bergulir sehingga mampu menjadikan para pelaku usaha mikro di Sumbar naik kelas,” ujarnya saat membuka Rapat Anggota Tahunan Koperasi Saudagar Minang Raya (KSMR), Sabtu (14/3/20).

Berbicara dihadapan sekitar 200 anggota KSMR, Irwan meminta perantau  minang yang sudah sukses dapat bersama membangun kampung halaman. Persoalan dihadapi pelaku usaha di Sumbar kini adalah sulitnya mengakses dana modal kerja sehingga terpaksa memakai jasa rentenir.

“Bunga berbunganya hingga 50% per bulan, tapi mereka bisa membayarnya walau dengan terpaksa. Jika KSMR bisa hadir mengatasi masalah ini dunia usaha di Sumbar tentu bakal sehat,” tukas Irwan lagi.

Hadir pula dalam kesempatan itu sejumlah pejabat antara lain  Walikota Payakumbuh Reza Pahlevi, Wakil Walikota Agam Trinda Farhan,  staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto, Anggota DPD RI Ema Yohana,  dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Zirma Yusri.

Dalam laporannya Ketua KSMR Joinerri Kahar mengatakan sejak dirintis tiga tahun lalu, koperasi yang dipimpinnya sudah beranggotakan 470 orang tersebar di berbagai kota, terutama Jakarta, Padang dan Bandung.

“SMR adalah koperasi investasi dimana anggota menghimpun dana untuk membiayai bisnis bersama, tapi sebahagian keuntungannya kami sisihkan untuk membantu permodalan usaha mikro,” ujarnya.

Penyisihan dana yang disebut DTB itu, sudah disalurkan kepada 120 usaha mikro dengan rerata Rp1 juta sampai Rp5 juta maksimum.

“Ini pinjaman murni tanpa bunga dan tanpa jasa, tapi peminjam harus konsisten mengembalikan, karenanya tim kami melakukan pengawasan ketat di lapangan,” pungkas Joi Kahar.

Hingga kini DTB disalurkan sudah mencapai Rp 500 ,juta, Joi Kahar menjanjikan hingga akhir 2020 ini DTB bisa mencapai Rp2 miliar. (Irsyad Muchtar)

Share This: