Gojek Dukung UMKM Lewat Empat Pilar

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

BANDUNG—-Perusahaan Teknologi Indonesia Gojek memberikan kontribusi tidak saja di sektor transportasi tetapi juga kegiatan ekonomi lewat layanan GoFood yang bekerja sama dengan sejumlah pelaku UMKM.

Hal ini menjadi salah satu bahasan pada pada Webinar bertajuk “Resep UMKM uliner Bangkit Bersama Go Food” yang digelar Senin, 29 Juni 2020 yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Chief Food Officer, Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo, Chef Arnold Poernomo dan perwakilan mitra merchant dalam hal ini Pempek Pistel Kiarin, Bandung.

Dalam virtual konferensi pers ini membahas kondisi lanskap UMKM semasa pandemi, peran dan kontribusi pemerintah serta masyarakat terhadap keberlangsungan usaha UMKM kuliner Indonesia hingga aspek-aspek yang perlu dijadikan prioritas oleh pelaku kuliner agar dapat bangkit.

Dalam webminar tersebut Catherine menyampaikan Gojek memiliki ekosistem sendiri di dalam GoFood dan GoShop. 

“Ekosistem ini memberikan opsi lengkap pembayaran nontunai menggunakan GoPay dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 dan GoBiz di mana aplikasi ini khusus bagi merchant para partner,” ujar Chaterine.

Selain itu Gojek dilengkapi dengan empat pilar yang menjadi fokus dengan mitra yaitu:

1. Menjaga volume transaksi dan arus pendapatan terjaga dengan baik.

Contohnya seperti paket makan keluarga, tambahan penghasilan pelaku usaha lewat penyediaan makanan untuk mitra pengemudi dan tenaga kesehatan

2. Meningkatkan biaya opersional bisnis, sebisa mungkin meningkatkan pendapatan.  

3. Dukungan operasional bisnis  UMKM agar tetap jadi andalan konsumen.

Seperti dukungan dan imbaun protokol operasional kesehatan dari hulu ke hilir sejalan dengan pedoman yang diberikan oleh BPOM.

4. Mengurangi biaya operasional bisnis  UMKM

Dalam virtual konferensi pers ini,  Chef mendukung agar para kuliner mendaftarkan bisnisnya ke marketplace untuk memudahkan penjualan.

“Dari pada kita harus jalan ke restoran, lebih baik kita pesan dengan mengunakan aplikasi,” ucap Arnold.

Hal senada juga dikatakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang menyarankan pelaku kuliner mendaftarkan bisnis mereka dengan marketplace yang sudah banyak tersedia dan mudah untuk diakses

“Menggunakan marketplace mengembangkan pasar dibandingkan hanya toko fisik (offline),” kata Teten.

Sebagai catatan hasil riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) akhir 2019, mengungkapkan dampak layanan gojek perekonomian terhadap UMKM kuliner di Kota Bandung.

Riset itu menyebut 76 pelaku UKM di Bandung meningkat omzetnya Rp5,3 juta per bulan sejak bergabung dengan GoFood.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *