GESITS Meluncur, Motor Listrik Murni Domestik

Ada upaya serius memproduksi sepeda motor listrik produksi nasional. Kini, 89% komponennya dibuat sendiri. Di atas kertas, kandungan lokal motor ini full dari dalam negeri pada tahun 2020.

JIKA tidak ada aral melintang, GESITS secara resmi akan meluncur bulan September mendatang setelah sebelumnya menjalankan uji performa sejauh 1.400 km dan 60.000 km. Sepeda motor listrik GESITS itu lahir berkat kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Garansindo Group, dan PT Wijaya Karya (Wika). Konstruksi dan mayoritas komponennya sudah diproduksi di dalam negeri.

Sepeda motor listrik GESITS hasil kolaborasi Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya hampir sepenuhnya mengandung komponen lokal. Total ada 89 persen komponen dari sepeda motor listrik GESITS ini merupakan hasil riset dan pengembangan dalam negeri.

Komponen-komponen tersebut meliputi motor listrik (penggerak) yang diproduksi PT Pindad, komponen kelistrikan yang dibuat PT Len, dan komponen pendukung seperti dashboard pintar yang akan dibuat oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), serta sistem daur ulang baterai yang akan dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM). Proses perakitan hingga menjadi utuh dilakukan di fasilitas produksi PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (Wikon).

Pada tahun 2020, GESITS ditargetkan sudah menggunakan kandungan lokal 100 persen. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, sejumlah riset dan pengembangan terus dilakukan termasuk rekomendasi penggunaan Lithium Ion Battery (LIB) hasil garapan PT Pertamina (Persero) dan UNS.

GESITS juga terbuka kepada industri komponen lokal lain untuk berkolaborasi bersama meningkatkan dan mewujudkan sepeda motor listrik GESITS lebih sempurna. CEO PT Gesits Technologies Indo (GTI), Harun Sjech menyebut, semakin banyak pihak yang ingin membantu, dan ini menjadi momentum yang tepat untuk memulai kemandirian teknologi nasional.

“Kami punya engineer yang jago di Indonesia, cuma kekayaan intelektual yang enggak punya dan kita garap sekarang. Tidak ada kata terlambat, ini momen yang tepat untuk start. Kalau kita tidak mulai, kita akan terus menerus ketinggalan,” sebut Harun. Berdasarkan data teknis, motor listrik GESITS menggunakan baterai lithum ion dengan kapasitas 5.000 Wh yang memiliki daya jelajah 80 hingga 100 km. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang dayanya dari keadaan kosong hingga penuh adalah 3 sampai 4 jam.

Dikatakan, 89 persen komponen dari motor listrik GESITS sudah diproduksi di dalam negeri. Motor listrik, yaituisalah satu komponen inti pada motor ini, dibuat oleh PT Pindad. Tinggal 11 persen yang belum bisa diproduksi secara lokal. “Beberapa komponen yang termasuk di antaranya shock dan sistem pengereman,” kata Harun Sjech.

Fasilitas produksi motor listrik GESITS berlokasi di kawasan industri PT WIKA Industri & Konstruksi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Kapasitas awal produksi motor listrik GESITS sebesar 50 ribu unit dan akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 100 ribu unit per tahun.

Sepeda motor listrik GESITS ini sudah dipesan lebih dari 5.000 unit. Proses produksi massal sudah bisa dilakukan November tahun ini. “Untuk sementara produksi akan difokuskan untuk memenuhi permintaan dari perusahaan-perusahaan dan publik yang telah memesan. Setalah itu, pabrik akan kami kembangkan secara optimal,” kata Harun Sjech.●

Share This: