Genbi Komisariat IAIN Gelar Pelatihan untuk Petani Kopi Gunung Kelud

Ilustrasi-Foto: Istimewa

KEDIRI—Bencana erupsi Gunung Kelud pada 2015 memberikan berkah bagi warga Gunung Kelud, Kabupaten Kediri untuk budi daya tanaman kopi. Kelompok petani di Dusun Laharpang, Kecamatan Puncu, mengembangkan jenis kopi Arabika dengan hasil panen berkisar 6 hingga 8 ton biji kering.

Potensi agribisnis ini dilirik oleh Generasi Baru Indonesia (Genbi) Komisariat IAIN Kediri untuk menggelar pelatihan bagi puluhan petani kopi di lereng Gunung Kelud ini dengan materi pengolahan hingga pemasaran kopi.

 Ada tiga puluh orang petani kopi yang mengikuti pelatihan dengan protokol kesehatan ini. Mereka secara khusus dilatih oleh dua orang pakar kopi, yakni Bambang Sriono dan Zainudin pada akhir pekan lalu.

“Pelatihan ini penting untuk mendorong kualitas kopi di Lereng Kelud agar mampu bersaing di pasar regional bahkan hingga internasional,” ujar Rini Isnaini,  juru bicara Genbi Komisariat IAIN Kediri dalam keterangan persnya, Selasa (17/11/20).

Sementara itu salah seorang  petani Sudarmono,mengakui materi pelatihan yang disampaikan dua pakar tersebut cukup membuka wawasan mereka yang selama ini masih menggunakan cara-cara tradisional.

“Di antaranya terkait petik maupun penyimpanan, yang cenderung mempengarungi kualitas kopi yang dihasilkan,” ucap Sudarmono.

Sebagai catatan, potensi kopi di Provinsi Jawa Timur cukup besar.  Rata-rata, ekspor komoditas kopi per tahun berkisar antara 70.000-75.000 ton.  Dalam upaya meningkatkan produksi kopi, Pmeprov Jatim gencar melakukan perluasan area tanam untuk kopi jenis arabika.

Pada 2019, ada penambahan luas tanam kurang lebih 700 hektare, dan pada 2020 diperkirakan perluasan seluas 1.200 hektare.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *