Gammi Meminta Pemerintah Bangun Pusat Logistik Berikat

Industri yang tak mengenal krisis adalah industri makanan dan minuman. Senpajang orang belum bisa puasa berlama-lama maka kebutuhan akan makan dan minum akan dicari. Itu sebanya industri yang bermain di sektor ini selalu eksis.

Melihat kebutuhan bahan baku yang cukup banyak ini sehingga membuat pengurus Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gammi) mengusulkan agar dibangun Pusat Logistik Berikat (PLB) guna penyimpanan bahan baku untuk kebutuhan jangka waktu tertentu. Mereka mengusulkan bangunan tersebut belokasi di Jawa Barat.

Bahan baku yang disimpan di PLB ini Gammi menjelaskan minimal tiga jenis bahan baku untuk industri makanan dan minuman, antara lain gula rafinasi (raw sugar), garam, konsentrat buah-buahan (puree) dan Susu.

Demikian dikatakan Ketua Gammi Adhi Lukman pada pewarta di Jakarata baru-baru ini. Menurutnya jika nanti PLB sudah dibangun di kawasan industri Cikarang dan Karawang sesuai usulannya, selanjutnya bisa diduplikasi di tempat lain.

Adhi menambahkan kebutuhan impor yang sangat tinggi menjadi alasan beberapa komoditas tersebut diusulkan untuk ditampung. Maksudnya jika kebutuhan bahan baku tersedia akan memperlancar jalannya produksi. Misalnya kebutuhan gula yang diperlukan per tahun bisa mencapai 3 juta ton. Demikian garam industri makanan dan minuman juga tak kurang dari 400 ribu ton, bahkan bila dikalkulasi dengan kebutuhan garam untuk industri lain jumlahnya hingga 2 juta ton per tahun.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 85/2015 hasil revisi PP No 32/2009 tentang Penimbunan Berikat. PLB akan mendapat insentif seperti bebas pungutan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), juga cukai bagi perusahaan yang ingin masuk ke kawasan PLB dibebaskan, demikian juga Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Selanjutnya adalah pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN BM) bagi barang yang dipindahkan dari kawasan PLB satu ke PLB lain. Saw/dbs.

Share This:

You may also like...