Forkom KBI Sumbang Safety Belt untuk Penderes Gula Kelapa Kabupaten Banyumas

PURWOKERTO—Tingginya angka kecelakaan terhadap para petani gula kelapa (penderes) menimbulkan rasa prihatin dari berbagai kalangan. Setiap tahunnya rata-rata terjadi lebih dari 100 kasus kecelakaan dimana penderes  terjatuh dari pohon kelapa. 

Sebagian mengalami cacat permanen dan lainnya meninggal dunia.  Prihatin dengan kondisi kerja penderes, Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia (Forkom KBI), Sabtu (14/12/19) menyerahkan bantuan dana pengadaan safety belt untuk penderes gula kelapa dan diharapkan dapat menekan angka kecelakaan yang tinggi tersebut.  

Bantuan berupa dana sebesar  Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) itu diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Forkom KBI Irsyad Muchtar didampingi para donatur anggota Forkom KBI, diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas Erna Husein. 

Selanjutnya dana tersebut akan dibelikan safety belt untuk perangkat kerja penderes gula kelapa.  Hadir pada kesempatan itu Bupati Banyumas Achmad Husein beserta pejabat setempat serta  undangan dari anggota Forkom KBI, antara lain Ketua KSP Makmur Mandiri Tumbur Naibaho, Direktur KSP Sejahtera Bersama, Setiabudi, General Manager Operasional KSPPS Pracico Muhammad Rizal, Kepala Cabang Purwokerto KSP Nasari, Nugroho dan

Dalam sambutannya Bupati Achmad Husein mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan diberikan Forkom KBI.

“Dana ini sangat berarti bagi kami karena dapat membantu sebagian para penderes dari risiko celaka, cacat maupun meninggal dunia,” ujarnya.

Jika dilihat dari jumlah penderes sebanyak 20.580 tersebar di 20 kecamatan, kata Achmad Husein, sedikitnya dibutuhkan dana miliaran rupiah untuk pengadaan safety belt.

“Kita harapkan donasi dari Forkom KBI menjadi pemicu bagi lembaga lainnya untuk membantu kelangsungan usaha gula kelapa di Kabupaten Banyumas,” timpalnya.

Sementara itu Sekretris Jenderal Forkom KBI Irsyad Muchtar mengatakan bantuan safety belt kepada penderes gula kelapa bermula dari pertemuannya  dengan Bupati Achmad Husein bulan Oktober lalu di Purwokerto.

Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan permasalahan dihadapi terkait tingginya angka kecelakaan penderes gula kelapa.  Dikatakan, Banyumas merupakan sentra gula kelapa atau coconut sugar  terbesar di Indonesia.

Sayangnya potensi besar tersebut masih terkendala oleh banyak hal, antara lain kualitas SDM penderes yang masih rendah, manajemen dan permodalan terbatas serta yang mempriahtinkan tingginya kecelakaan penderes yang terjatuh dari pohon kelapa.

Dalam tiga tahun terakhir sejak 2017 sudah terjadi 323 kasus kecelakaan,  sebanyak 236 penderes mengalami cacat dan  87 orang meninggal dunia.

“Kami tergugah dengan kasus yang kurang mendapat perhatian di tingkat nasional ini, padahal gula kelapa merupakan komoditi unggulan Banyumas bahkan sudah berorientasi ekspor,” ujar Irsyad seraya manambahkan pihaknya telah menggugah para anggota Forkom KBI untuk bersama memberikan bantuan.

“Alhamdulillah beberapa anggota anatra lain KSPPS Pracico, KSP Makmur Mandiri,  KSP Sejahtera Bersama, Kopkar Awak Pesawat Garuda, Kopkar Garuda Maintenance Facility,  Kopkar Tankers dan KSP Nasari berkenan mengalokasikan dana sosialnya untuk penderes gula kelapa Banyumas,” tukasnya.

Jumlah bantuan memang belum sebanding dengan tingginya kebutuhan alat keselamatan penderes gula kelapa yang berjumlah puluhan ribu orang itu. Namun Irsyad berharap, bantuan Forkom KBI dapat menstimulasi para pelaku usaha lainnya untuk peduli pada penderes gula kelapa Kabupaten Banyumas. (Van)

Share This:

Next Post

KADIN DKI Jakarta Gelar Malam Syukuran Harlah Ke 52 Tahun

Ming Des 15 , 2019
JAKARTA—-Bertempat di kawasan Ancol Jakarta, KADIN DKI Jakarta mengadakan acara malam syukuran atas hari lahir (Harlah) ke 52 tahun, Jumat (13/12). Acara bertema “Menuju KADIN DKI Jakarta Kuat Dengan Semangat Profesional dan Kebersamaan” itu dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sri Haryati, […]