Fitrianti Ciptakan Peuyeum Crispy Jadi Oleh-oleh Bandung

Fitrianti Alia-Foto:Abcgmjabar.com

BANDUNG—-Kalau orang Malang bisa menciptakan panganan dan cemilan dari buah dengan mesin vacuum frying mengapa orang Bandung tidak bisa? Demikian pikir seorang ibu rumah tangga bernama Fitrianti Alia suatu hari pada 2013.  Alumni Universitas Esa Unggul ini akhirnya mencoba mengubah peuyeum khas Bandung  menjadi panganan kering atau crispy untuk oleh-oleh.

“Akhirnya setelah berapa kali coba berhasil juga dan sambutan pasar cukup meriah,” tutur Fitri ketika  dihubungi Peluang, Kamis (25/4/2019), seraya mengatakan sebelum memproduksi peyeum crispy, ia juga memproduksi kue kering stick keju.

Menurut Fitri setiap satu kilogram peyeum hanya menghasilkan setengah kilogram penyeum crispy. Setiap bulan dengan tiga karyawannya, usaha rumahannya mampu mengubah 300 hingga 500 kilogram peuyeum menjadi 150 hingga 250 kilogram crispy.  Setiap kemasan dengan berat 135 gram dibandroll dengan harga Rp18 ribu. Sementara stick keju dibandroll Rp40 ribu, Brand produknya diberi nama Berkah Anugerah,

“Omzet yang didapat lumayan Rp5 juta sekali produksi.  Hanya saja memang pada musim tertentu, seperti lebaran omzet dari cheese stick lebih banyak. Saya bisa mendapat Rp30 juta waktu lebaran,” papar Fitri.Untuk pemasaran, Fitri mengaku mengandalkan reseller yang tersebar di Bandung, Bogor, serta Jakarta.  Dia belum berpikir ekspor karena harus mempertahankan standar dan rasa yang pas untuk konsumen negara lain.

“Pernah ada yang tes dari Malaysia, namun kurang cocok. Untuk itu ke depannya target saya buat outlet di Kota Bandung,” kata dia.

Fitri juga mengungkapkan, usahanya mendapatkan bantuan pemasaran berkat bergabung dengan Koperasi Wirausaha Baru Sejahtera Jawa Barat beberapa tahun lalu. “Anggota kami sedang berkembang pesat sekarang mencapai 320-an anggota,” tutupnya (Irvan Sjafari).

Share This:

Next Post

Suku Bunga Bank Indonesia Stabil di 6,75 Persen

Kam Apr 25 , 2019
JAKARTA-–Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wariyo mengumumkan bahwa Rapat Dewan Gubernur yang digelar sejak Rabu (24/4) hingga Kamis (25/4) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau vBI 7-days Reverse Repo Rate sebesar 6 persen. Kebijakan tersebut turut diikuti dengan mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending […]