FitBreak, Rebranding Devina Wirawan Produk Makanan Sehat

Devina Wirawan-Foto: Dokumentasi Pribadi.

JAKARTA—Di dunia usaha melakukan rebranding merupakan strategi bisnis berisiko tetapi kerap harus dilakukan untuk menciptakan identitas yang berbeda untuk sebuah merek, dari pesaingnya, di pasar.

Rebranding memiliki satu tujuan sederhana: untuk menjaga brand agar  tetap up to date. Pelaku dunia usaha ingin menunjukan bahwa selalu memperhatikan tren dalam industri yang ada.

Strategi rebranding ini rupanya dilakukan Devina Wirawan, ketika mengubah nama usahanya dari Karaniya Dessert menjadi FitBreak. Menurut warga Tamansari, Jakarta Barat ini pemilihan nama FitBreak bertujuan agar  konsumennya bisa langsung ingat produk dessert kami ketika mencari cemilan pengganti makan berat yang lebih bernutrisi.

“Harapannya FitBreak menjadi top of mind dessert bernutrisi. FitBreak ingin menggambarkan kesan elegan, fun, fit, healthy, snack, dan break. FitBreak mempunyai slogan A Friend for Healthier,” ujar Devina kepada Peluang, Senin (11/1/21).

Dia mengaku terjun ke bisnis makanan mengikuti perkembangan tren vegan, yaitu cara hidup tidak hanya menjauhi daging hewan, tetapi juga susu, telur, dan bahan-bahan yang berasal dari hewan.

“Bermula dari saya sendiri yang juga menjalani pola makan ini, saya mengalami kesulitan mencari dessert yang enak dan bernutrisi di saat vegan. Akhirnya saya coba kembangkan sendiri,” ungkap anak muda yang mendirikan bisis kuliner sejak Juni 2019.

Konsep awalnya adalah dessert kekinian, rasa lokal, dan lebih bernutrisi. Mulanya dia menggunakan kue tradisional seperti pukis, kue pepe di dalam dessert-nya.Saat itu, Devina merasa kesulitan mencari cemilan yang enak dan bernutrisi juga melihat menurunnya tren kue tradisional di anak-anak muda.

Visi bisnisnya  saat itu adalah meningkatkan kesadaran pola hidup sehat kepada masyarakat, mengangkat nilai kue tradisional indonesia, dan menjadi solusi snack yang lebih bernutrisi bagi masyarakat Indonesia.  Namun kini dia fokus pada cemilan vegan yang sehat. 

“Saya  ingin mengangkat produk lokal buatan Indonesia agar bisa menjadi market leader di negara sendiri,” pungkas dara yang berprofesi sebagai Sales and Community di sebuah perusaaan pengembangan bisnis kuliner pertama di Indonesia.

Sebagai catatan produknya menawarkan 5 varian,  dark choco (vegan), lotus choco (vegan), regal macchiato, strawberry, choco coconut yogurt (vegan). Untuk harga kisaran Rp35-Rp42 ribu. Namun Devina menampik menyebut omzet harian, karena jumlahnya masih belum stabil (Van).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *