Festival Industri dan Pariwisata Jalan Jaksa

Lewat acara tahunan yang unggulan Jakarta Pusat ini, popularitas Jalan Jaksa diharapkan makin berkibar di kalangan bule-bule back paker.

Indonesia Kreatif

Peringatan HUT ke-87 Sumpah Pemuda tahun ini, digelar di Jalan Jaksa, Jakpus, 30-31 Oktober 2015. Temanya, “Festival Industri dan Pariwisata Jalan Jaksa”. Pada kesempatan ini, Suku Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat menggandeng Komunitas Jalan Jaksa. Acara tahunan reguler sejak 1994 ini, meski 1998-2005 sempat terhenti, memang satu event unggulan pariwisata di Jakarta Pusat.

Festival Jalan Jaksa yang melibatkan keikutsertaan Karang Taruna Kebon Sirih dan Jalan Jaksa kali ini tampil dengan konsep baru yaitu “Ade Ape di Jaksa?” (Whats Up Jaksa). Acara dibuka oleh Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede.

Diawali ritual ‘Palang Pintu” yaitu adat minta izin memasuki suatu tempat yang khas Betawi, diiringi tarian ondel-ondel. Festival Industri Pariwisata Jalan Jaksa ini juga menampilkan seni budaya unggulan dari Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Sulawesi. Ada panggung hiburan, festival band dan lomba masak nasi goreng Abang None “Bule”. Kemeriahan makin terasa dengan kehadiran 35 stand di tenda bazaar sentra produk-produk kerajinan, kuliner dan stand-stand dinas dan 8 kecamatan di lingkungan wilayah Kotif Jakarta Pusat.

Di kalangan wisman, Jalan Jaksa dan Jalan Surabaya dikenal hampir sama baiknya. Jalan Jaksa terkenal sebagai home stay murah meriah di lokasi strategis di jantung kota, dan karenanya sangat familier di kalangan wisatawan back paker. Sedangkan Jalan Surabaya merupakan sentra cenderamata antik dengan harga nego. Fungsi gelar festival ini boleh dibilang ibarat reklame, yaitu mengingatkan dan mengajak. Acara ini tentu memberi dampak positif pagi pengelola industri pariwisata seperti hotel, biro perjalanan dan rumah makan/cafe/bar dan bagi pelestarian budaya Betawi serta pemberdayaan masyarakan Jalan Jaksa.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Jalan Jaksa khususnya dan ke Jakarta pada umumnya sedikit banyak berperan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja pariwisata.

Share This:

Next Post

Bank Sumsel Babel Raih Penghargaan Jaringan Prima 2015

Jum Nov 13 , 2015
Atas kinerja baik dalam jaringan ATM Prima melalui layanan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Bank Sumsel Babel, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Sumsel dan Babel (BSB), meraih penghargaan Jaringan Prima 2015. Bank ini memenangi penghargaan kategori “Acquirer Bank with The Highest Transaction Volume Award for Regional Bank”. “Penghargaan itu menunjukan bahwa teknologi BSB sudah bisa diandalkan dan dapat disejajarkan dengan bank-bank lain, karena […]