Eyang

PRESIDEN ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, wafat. Eyang Habibie menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto pukul 18.05 WIB, 11 September 2019, pada usia 83 tahun. Secara de jure, Eyang menjadi presiden RI hanya 1 tahun 5 bulan (512 hari). Namun, legacy pemilik skor IQ 200 itu—di atas Albert Einstein (160), Galileo Galilei (165), dan Sir Isaac Newton (190)—sungguh monumental.

Eyang bukan ekonom. Tapi, ia mampu ubah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada 1998 -13,13 persen berbalik positif pada 1999 menjadi 0,79 persen. Jika Juni 1998 kurs tercatat Rp16.650 (per dolar AS), dalam waktu lima bulan menguat jadi Rp7.000. Bahkan, kurs rupiah sempat ke level 6.500 sebelum ke 8.000 saat Eyang lengser, Oktober 1999. Tak seorang pun 4 presiden sesudahnya mampu lakukan itu.

Sebagai engineer, Eyang ‘membaca’ ekonomi dan rupiah seperti pergerakan aeronautika. Ibarat pesawat terbang, saat PDB dan kurs rupiah jatuh bebas, yang diperlukan adalah keseimbangan agar tidak crash (hancur). Dalam bahasa ekonomi, keseimbangan itu adalah kredibilitas. Diistilahkannya Teori Zig Zag, yang ditulis Eyang dengan bantuan Jusman Safi’i Djamal—yang dicemooh Sri Mul, yang 20 tahun di pemerintahan minim prestasi.

Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew, dengan pe-de memprediksi dolar akan jadi Rp20.000. Tapi nujum itu meleset. Kepada wartawan, Eyang bilang, “Mr Lee Kuan Yew sangat fair. Dia menelepon saya ketika saya bisa menciptakan sentimen positif, dan dolar menjadi Rp6.500.”

Domain keahlian Eyang sejatinya di bidang teknologi. Menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Para ahli dirgantara mengenal apa yang disebut Teori Habibie, Faktor Habibie, Fungsi Habibie—mahakarya di dunia penerbangan. Kenapa pesawat? “Ada 17.000 pulau bahwa sampai kiamat, Indonesia perlu pesawat terbang jarak jauh, menengah, dekat-menengah,” kata Eyang, 20 Desember 2017.

Eyang menggenggam 46 hak paten teknologi, suka mengoleksi mobil lawas, memfasilitasi ratusan mahasiswa studi S2 dan S3 di Eropa dan Amerika. Bikin RS Khusus Ginjal Ny RA Habibie di Bandung, kapasitas 600 pasien, diresmikan 2016. Gratis untuk orang tak mampu. “Gitu persyaratan dari ibu saya (Raden Ayu Tuti Marini Puspowardojo),” ujar Eyang. RS sejenis juga ada di Batam dan satu lagi tengah dibangun di Gorontalo, selain RS Mata di Bogor.

Bacharuddin Jusuf Habibie, cendekiawan muslim par excellent itu, telah kembali ke pangkuan Ilahi Rabbi. Beliau mewariskan rancangan pesawat jenis turbo prop R80, yang kini dikembangkan PT Regio Aviasi Industri bersama PT Dirgantara Indonesia. Pada 2015 lalu, sebanyak 145 unit pesawat ini sudah dipesan sejumlah maskapai, meski belum selesai dibuat. Jazakalllahu khayran.

Salam,

Irsyad Muchtar

Share This:

You may also like...