Emma Buktikan Busana Betawi,Tidak Ketinggalan Zaman dan “Go International” 

 

Emma Damayanti-Foto: Irvan Sjafari

JAKARTA—-“Saya ingin orang  di luar negeri tahu tentang keluarga Betawi, mulai engkong, babe, nyak, encang  hingga encing dikenal orang Eropa melalui busana yang saya pakai,” ucap R Emma Damayanti, owner dari Rumah Betawi memamerkan motif dari busana yang dia kenakan dalam talkshow  Promosi Budaya  Melalui Fashion sebagai salah satu acara dalam ajang “Jakarta Fashion Week 2019”, Kamis (25/10/2018).

Hati nurani perempuan asli Betawi ini terusik ketika busana Betawi, mulai dari kebaya encim hingga batik dianggap ketinggalan zaman. Hal ini mendorongnya menjadi desainer sekaligus melestarikan budaya Betawi dengan mendirikan Rumah Betawi pada 2011.

Namun beberapa tahunsebelumnya, Emma merintis usananya degan kerja keras.  Dengan modal satu mesin jahit  milik ibunya awalnya Emma hanya membuat kebaya encim. Awalnya ia juga tidak memiliki kain yang cocok. Namun setelah dia menemukan bahan yang cocok dan gaya desainnya yang khas yang kaya pewarnaan, karyanya dilirik orang.

“Saya buktikan desain saya tidak jadul, tetapi juga pas di pasar internasional. Saya sesuaikan dengan perkembangan mode internasional,” ujar Emma kepada Peluang, seraya mengatakan sudah mendapatkan buyer dari negeri Belanda hinggaTiongkok.

Dengan belasan karyawan, Rumah Betawi mampu memproduksi busana Betawi sebanyak 300 hingga 400 helai sebulan dengan kisaran harga Rp1 hingga 2 juta rupiah per busananya.

“Saya belajar desain otodidak. Namun saya punya hobi desain.  Untuk menjalankan usaha harus berangkat dari hobi dulu. Seorang pengusaha harus enjoy dulu dengan apa yang dia lakukan,” katanya ketika ditanya tipsnya menjadi pengusaha,  sambil menyebutkan produknya terjual habis dalam beberapa pameran.

Koleksi Rumah Betawi-Foto: Dokumentasi Pribadi, Facebook.

Tak berhenti pada fashion, Emma juga pernah meciptakan produk kerajinan betawi seperti, yoyo yang terbuat dari kayu, ondel-ondel betawi, lukisan betawi dan masih banyak lagi yang terkait budaya Betawi (Irvan Sjafari).

 

Share This:

Next Post

Desainer Lenny Agustin Terpikat Lebah Sula

Kam Okt 25 , 2018
JAKARTA—Kabupaten Sula, terletak di bagian paling selatan dalam wilayah Provinsi Maluku Utara. Kabupaten ini punya komoditas unggulan yaitu, madu yang didapatkan dari lebah liar (bukan yang diternakan). Masyarakat Sula berburu lebah di  hutan di kawasan Gunung Bega, yang terletak di Desa Bega. Tak mengherankan jika di Kabupaten Sula terdapat Taman […]