Ekspansi Bisnis yang Menjanjikan

Setiap menjelang hari raya besar keagamaan seperti Idul Fitri, harga daging dipastikan melonjak. Hal ini tidak lepas dari hukum penawaran dan permintaan. Bahkan pada 2013, terjadi krisis daging sapi dimana harganya naik gila-gilaan dan sangat memberatkan konsumen.   Melihat krisis itu, Diana Dewi  yang kala itu Ketua Kompartemen  Tetap Bidang Distribusi Kadin DKI Jakarta merasa prihatin. Hal itu menginspirasinya untuk membuka gerai Toko Daging Nusantara di Kranggan Bekasi.  Sarjana ekonomi kelahiran Jakarta 27 Juli 1965 ini berharap keberadaan tokonya dapat membuat masyarakat sekitar memperoleh daging dengan harga terjangkau.

Namun tingkat konsumsi  masyarakat terhadap daging, belakangan juga terus meningkat,  terutama menjelang hari raya, sehingga kelangkaan dan lonjakan harga daging masih terus berlangsung.

Ketika tiga bulan terakhir ini Perum Bulog melakukan impor daging kerbau dari India sebanyak 50.000 ton per bulan, maka muncul kendala daya tampung karena kapasitas gudang yang tersedia tidak mencukupi.

“Saya baru sadar, bahwa Indonesia tidak punya gudang pendingin (cold storage) yang cukup untuk menyimpan daging, termasuk daging impor. Lalu saya coba menjajaki untuk membangun cold storage sebagai peluang bisnis yang prospektif sekaligus membantu pemerintah dalam mengamankan stok daging,

”tutur Diana.

Rencana tersebut kemudian diujudkan dengan membangun cold storage di atas tanah seluas dua hektare di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Gudang yang dibangun dengan investasi mencapai Rp150 miliar itu kata Diana, berkapasitas sekitar 30.000 ton.

Jika hanya untuk kebutuhan SNJ saja sudah cukup, namun masih langkanya jumlah cold storage membuat Diana harus rela berbagi tempat dengan pengusaha lain yang produknya butuh gudang pendingin. “Saat ini ada tiga tenant yang mengisi gudang kami, namun sejumlah tenant lainnya terpaksa kami tolak karena kapasitas gudang sudah penuh, “tutur Diana lagi.

Dilihat dari kebutuhan daging nasional yang sudah melebihi setengah juta ton per tahun, keberadaan Cold Storage SNJ tentu saja belum mencukupi. Diana pun menyadari keterbatasan itu dan ke depan tengah bersiap untuk membangun dua lagi cold strorage sesuai dengan kapasitas yang sudah ada saat ini.

Pertumbuhan PT SNJ kini menurut Diana sudah berjalan dengan apa yang ia cita-citakan sejak dulu, yaitu membantu masyarakat memperoleh harga daging yang terjangkau. Terlebih tingkat konsumsi daging masyarakat kita masih tertinggal jauh dibanding negara lainnya di ASEAN. Konsumsi daging masyarakat Indonesia tercatat 1,8 kg  per kapita, sedangkan Malaysia sebesar 15 kg dan Filipina 7 kg per kapita. Oleh karenanya, Indonesia masih membutuhkan Diana-Diana lain yang peduli pada ketersediaan daging dengan harga terjangkau di tengah masyarakat.   (Drajat/Ira)

Share This: