Ekonom Usul BUMDes Berbentuk Koperasi

Ilustrasi Warung Serba Ada Desa-Foto: Kopkun Institute.

JAKARTA—Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengungkapkan penyaluran dana desa dalam lima tahun sebesa Rp329,8 triliun ternyata kurang berdampak menggerakan perekonomian perdesaan, serta mengurangi angka kemiskinan.  Jokowi mendorong BUMDes direvatalisasi sebagai motor penggerak ekonomi desa.       

Menanggapi sorotan Presiden, Pakar Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan Frans Meroga Panggabean mengusulkan BUMDes berbentuk koperasi. Dengan berbentuk koperasi, maka BUMDes bisa dihindarkan dikuasai elite desa.

Dalam siaran pers, Kamis (12/12/19), Frans mengatakan selanjutnya BUMDes diintegrasikan ke jaringan suplai nasional, serta membuka akses distribusi produksi unggulan desa hingga bisa masuk ke pasar nasional dan pasar global.

Dia memberi apresiasi terhadap strategi pemerintah yang konsisten menaikkan plafond Kredit Usaha Rakyat (KUR)  setiap tahun semakin besar.  Pada 2020 dianggarkan sebesar Rp190 triliun dan tahun 2024 ditargetkan naik hingga Rp325tTriliun.

“Koperasi juga diberikan peran yang besar dalam penyaluran KUR agar dampak signifikan pada ekonomi segera terlihat,” ujar Frans.

Lanjut dia turunnya suku bunga KUR dari 7% menjadi 6% pun pasti akan langsung disambut baik pelaku UMKM dan  koperasi.

“Banyak koperasi berkualitas dan berprestasi yang layak diberikan kepercayaan untuk menyalurkan KUR tepat sasaran ke sektor produktif,” tutur Frans.

Menurut dia koperasi mengenal UMKM yang layak diberikan pinjaman dan mana yang belum layak.

“Dengan banyak juga koperasi yang menjadi off taker dari hasil produksi UMKM artinya kan juga sudah melalui manajemen resiko yang ketat berarti tidak perlu lagi ada jaminan,” pungkas lulusan MBA dari Grenoble Universite, Perancis ini.

Share This:

You may also like...