DIY Tanpa Jalan Tol

SAYA salut dengan sikap tegas Sultan HB X. Sungguh mengingatkan sikap yang sama sebagaimana ditunjukkan ayahnya. Sultan HB IX tegas tak mengizinkan warga keturunan Cina memiliki tanah di DIY. Salah satu alasan yang disebut HB X, dikhawatirkan mengganggu stabilitas perekonomian warga provinsi ini.

“Di DIY tidak ada jalan tol. Bukannya tidak boleh, pemerintah pusat juga sepakat (tidak ada tol). Di luar DIY silakan, seperti di Bawen sampai Salatiga karena geografisnya jurang,” kata Gubernur DIY, Sultan HB X (13/7). Untuk memudahkan akses jalan menuju bandara baru di Kulon Progo yang akan beroperasi tahun 2019, pemerintah akan membangun jalan lebar empat jalur, tidak membangun tol.

Jalan Yogyakarta-Solo untuk wilayah Prambanan lebih baik menggunakan jalan baru atau di atas jalan lama. Khususnya di wilayah Prambanan karena di sana masih ada batuan candi. Dicontohkan, karena jaraknya cukup jauh, diperlukan kajian jalan alternatif selain Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) yang pembebasan lahannya akan selesai pada 2018. Pemkab bisa mengusulkan jalan Piyungan-Wonosari diperlebar menjadi empat jalur.

Hampir tak terdengar Gubernur daerah lain yang menunjukkan integritas demi kemaslahatan daerahnya. Khususnya menyangkut sikap yang agak ‘frontal’ dengan pemerintah pusat. Bravo Sultan HB X. Moga Yogya dan masa depannya terjaga dari keserakahan pembangunan infrastruktur yg tak memihak rakyat.

Radjamin Nasution

Medan, Sumut

Share This:

2 Comments on “DIY Tanpa Jalan Tol”

Comments are closed.