Diplomasi Seni Dan Teknologi Tingkatkan Dukungan Anggota

Koperasi SBW terus berinovasi untuk memenuhi  kebutuhan anggota seperti  meluncurkan  Sireli (Simpanan Religi). SBW Mobile juga terus dikembangkan agar daya saing dan loyalitas tetap terjaga.

MENGELOLA manusia bukan hanya persoalan teknis yang mekanistik tetapi juga perlu pendekatan yang humanis. Koperasi sebagai kumpulan orang perorang sangat mengandalkan partisipasi anggota untuk menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Malang, Jawa Timur menyadari hal itu dengan terus mengembangkan aspek nonekonomi seperti kebudayaan dan sosial dengan aspek teknologi. 

“Yang kami bangun di koperasi tidak hanya masalah ekonomi, tetapi juga masalah sosial dan lingkungan yang kita gerakan  bersama-sama melalui budaya  gotong royong,” kata Sri Untari Ketua Umum Koperasi SBW Malang, dalam RAT Tahun Buku 2019.

Acara RAT semarak dengan aktivitas kesenian, nyanyi dan tari. RAT dihadiri Asdep Kelembagaan Kemenkop dan UKM Avanti, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Mas Poernomohadi beserta jajarannya, Dekopinwil Jatim, para mitra kerja dari kalangan perbankan serta sekitar 500 orang anggota yang mewakili 9.486 anggota Koperasi SBW.

Pagelaran seni budaya dalam RAT itu bukan hanya seremonial belaka seperti acara RAT pada umumnya. Tetapi merupakan aktualisasi dari kegiatan pembinaan anggota yang rutin diadakan oleh Pengurus. Dari sini timbul suasana kekeluargaan yang cair dan tidak kaku sehingga anggota merasakan koperasi sebagai rumah kedua untuk beraktualisasi.

Pada saat yang sama, Sri Untari dan jajarannya juga mengadopsi teknologi digital. Sepanjang 2019, kata Untari, SBW mencanangkan program kerjanya berbasis financial technology (Fintech), di mana telah dilakukan penyempurnaan sistem dan prosedur di berbagai bidang agar pelayanan kepada anggota dapat diberikan secara baik dan maksimal.

“Salah satu program yang kami kembangkan adalah SBW Mobile di mana anggota tidak saja sebagai pengguna aplikasi tersebut secara konsumen, tetapi juga punya peran lebih sebagai entrepreneur fintech, sehingga menjadi market bisnis baru yang cukup menjanjikan bagi dunia usaha, “tutur Untari.

Implementasi teknologi digital di Koperasi SBW menjadikan proses bisnis lebih efisien dan transparan. Ini sejalan dengan himbauan Kementerian Koperasi dan UKM agar Koperasi memanfaatkan pengembangan teknologi untuk meningkatkan daya saing.

Melalui diplomasi seni dan teknologi untuk menggenjot partisipasi anggota kinerja SBW pun semakin mentereng. Dalam laporannya, Untari menyampaikan sepanjang 2019, SBW telah menyalurkan pinjaman kepada anggota melalui sistem Tanggung Renteng (TR) mencapai Rp116,5 miliar atau 104% dari target awal sebesar Rp112,9 miliar.

Penyaluran lainnya antara lain melalui pinjaman non TR sebesar Rp7 miliar dari target Rp6,4 miliar, Realisasi omzet KPPK Rp2,4 miliar dan TR komando Rp 6,3 miliar.  Sedangkan dari pencapaian usaha SBW Mart berhasil mengantongi omzet Rp 17 miliar, atau 95% dari target awal Rp 18 miliar.

SBW dengan kekuatan sistem Tanggung Renteng (TR) menjadi koperasi yang sangat mandiri, seluruh permodalan berasal dari anggota, bahkan membangun gedung dan membeli tanah sebesar Rp11 M semua gotong royong dari anggota.

Luncurkan Produk Baru Sireli

Inovasi tiada henti dilakukan SBW antara lain dengan meluncurkan produk Sireli (Simpanan Religi) pada RAT tersebut. Simpanan ini diperuntukkan bagi anggota koperasi yang akan melakukan perjalanan keagamaan, mulai dari ibadah umrah, haji, hingga ibadah keagamaan ke Yerusalem dan ibadah keagamaan lainnya.

Program ini bahkan sebelumnya sudah diuji coba pada 2019 lalu. Dengan total 25 anggota yang menjalani ibadah umroh melalui biaya simpan dan pinjam ke koperasi. Pada tahun ini, kata Untari, anggota yang mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut juga banyak. Selain memanfaatkan dana simpanan atau pinjaman dari koperasi, juga ada anggota yang membayarkan secara lunas.

“Mekanis-menya, nanti anggota menyimpan atau minta dibiayai. Jadi, kalau sudah sampai 20 orang kita berangkatkan. Tahun lalu satu rombongan umrah ke Mekkah, dan satu rombongan ibadah ke Yerusalem,” ujar Untari.

Program Sireli bertujuan untuk meningkatkan kualitas anggota SBW dalam berkoperasi. Dengan Sireli, tambahnya, anggota akan paham makna gotong-royong dan kekeluargaan dalam koperasi.

“Saya berharap, program ini mampu meningkatkan kualitas anggota SBW. Sireli ingin menekankan, berkoperasi itu bukan sekadar jual-beli atau simpan pinjam. Berkoperasi kata kuncinya anggota. Jadi segala produk atau program koperasi harus berdasarkan kebutuhan anggota,” ungkapnya.

Untari berharap, melalui produk Sireli ini kesejahteraan anggota dapat meningkat dan terpenuhi kebutuhan perjalanan relijinya sesuai agama masing-masing. Inilah sejatinya tujuan berkoperasi yaitu mencapai kesejahteraan anggota. SBW Malang dapat menjadi salah satu contoh bahwa berkoperasi bukan hanya urusan pinjam meminjam uang saja, tetapi juga dapat mengaktualisasikan potensi diri.  (Kur)

Share This:

Next Post

Program Kewirausahaan KPPD DKI Jakarta Diapresiasi

Kam Mar 5 , 2020
DALAM RAT untuk Tahun Buku 2019 Koperasi Pegawai Pemerintah Daerah DKI Jakarta melaporkan berbagai program yang dijalankan pengurus selama 2019, hal yang baru adalah kewirausahaan. Salah seorang peserta, Junaes (41) memperlihatkan wajah yang cerah dan penuh optimis mengikuti RAT KPPD DKI Jakarta yang digelar di Wisma Antara 27 Februari 2020 […]