Diplomasi Batik, Jateng Jalin Kerja Sama dengan Kanada

Ilustrasi-Foto: Humas Provinsi Jateng.

SEMARANG—-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Peter MacArthur punya cara berdiplomasi, sekaligus mempererat kerja sama.  Dalam kunjungannya, Peter memberikan Batik Kanada dalam bentuk kerajinan pouch, yang disebut kerajinan hasil perpaduan budaya dua negara.

Bentuknya biasa layaknya kantong untuk bolpoin. Namun ada goresan-goresan seperti motif parang berwarna merah di seluruh bagiannya. Kontan Ganjar pun terkejut.

“Ini Batik Kanada. Saya bawa dari Kanada, Warga kami yang membuatnya,” kata Peter yang berkunjung ke ruang kerja Ganjar, Selasa (6/8/2019).

Peter mengatakan, sebagian masyarakat Kanada bukan hanya akrab dengan batik, tapi juga dengan gamelan. “Saya juga biasa main gamelan,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu Ganjar memberikan miniatur wayang, Pandawa kepada Peter. Pertukaran cinderamata yang berbasis kebudayaan tersebut menjadi simbol jalinan kerjasama antara Jateng dan Kanada, yang ingin sama-sama mengembangkan sumber daya manusia.

“Di sektor pembangunan sumber daya manusia. Kanada tertarik untuk investasi pendidikan di Jawa Tengah. Barangkali kerjasama sektor pendidikan dengan Kanada akan jauh lebih baik,” kata Ganjar. 

Saat ini Kanada telah memiliki jalinan kerja sama dengan 34 sekolah di Indonesia, tiga di antaranya berada di Jawa Tengah yakni di Semarang, Cilacap dan Solo. Sementara Jawa Tengah juga telah menjalin kerjasama pendidikan dengan Jerman, Jepang dan Australia. 

“Karena itu sesuai dengan arahan Presiden. Selain memang investasi di sektor energi, engineering dan peningkatan ekspor,” katanya. 

Saat ini ekspor nilai ekspor Jawa Tengah ke Kanada sebesar 26,177,54 juta dolar. Terdiri dari hasil tekstil sampai furniture. Selain Kanada, lanjut Ganjar, tujuan ekspor dari Jawa Tengah juga banyak meluncur ke Amerika, Asia maupun Eropa. Tertinggi Amerika, dengan nilai US698,888 juta, Jepang US258,517 juta, Tiongkok US 170,345 juta dan Jerman US95,884 juta.

 “Banyak komoditas, kopi, furniture, tekstil sampai  seragam militer,” kata Ganjar. 

Share This:

You may also like...