Dengan Dukungan Infrastruktur 56%

Indonesia memiliki 10 stadion bertaraf internasional, 27 stadion dengan daya tampung di atas 25.000 penonton. Secara menyeluruh, 56% dari 81.253 Desa/Kelurahan memiliki fasilitas lapangan sepak bola. Revitalisasi sepak bola akar rumput di tingkat komunitas terkecil (di desa/kelurahan) sungguh diperlukan guna memacu prestasi melalui kompetisi berjenjang.

 

Arkian, permainan sepak bola sudah ada sejak 3.000 tahun silam di berbagai pelosok dunia dalam bentuk yang berbeda-beda. Akan tetapi, berbicara sejarah awal mula munculnya sepak bola, hingga saat ini masih diperdebatkan. Beberapa dokumen menjelaskan permainan sepak bola sudah ada sejak masa Romawi. Dokumen lain menunjuk lokasi yang berbeda-beda.

Secara resmi awal mula permainan sepak bola lahir dari daratan Cina. Hal tersebut dinyatakan oleh FIFA sebagai badan sepak bola dunia, yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina pada abad ke-2 sampai abad ke-3 sebelum Masehi. Olah raga ini dikenal dengan nama “thu-shu”. Dokumen lain mencatat, sepak bola berasal dari Jepang. Sejak abad ke-8, masyarakat Jepang telah mengenal permainan sepak bola.

Berselang 24 tahun setelah Piala Dunia pertama/1938 digulirkan, Indonesia sudah memiliki stadion kaliber internasional yang pertama. Mulai dibangun pada 1958, stadion itu disiapkan untuk menyongsong pelaksanaan Asian Games IV pada 1962. Lokasinya di ibukota Republik. Kini dikenal dengan sebutan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kapasitas penontonnya 88.306, terbesar di negeri ini. Bertahun-tahun stadion GBK jadi kebanggaan rakyat. Di sinilah digelar berbagai event internasional, di antaranya tuan rumah Piala Asia (2007), Piala AFF (2010).

Dalam kurun setengah abad, alhamdulillah, tercatat sembilan stadion bertaraf internasional selanjutnya mampu dibangun di berbagai wilayah Nusantara. Pembangunan sarana dan prasarana umum ini pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama antara emerintah dan masyarakat. Keberhasilan pembuatannya ditentukan oleh berbagai hal, di antaranya keterpaduan program pembangunan, dukungan pemerintah dan peran serta masyarakat.

“Gelora Sriwijaya Jakabaring”, terletak di daerah Jakabaring, Pelembang. Stadion ini tempat kedua jika stadion Gelora Bung Karno tidak bisa digunakan. Dengan kapasitas 40.000 penonton, stadion Jakabaring sudah pernah juga digunakan event Internasional, di antaranya SEA Games 2012 waktu Indonesia menjadi tuan rumah.

“Gelora Bung Tomo”. Dengan kapasitas 55.000 penonton, menjadikan stadion ini kandang masa depan Klub Persebaya Surabaya. Stadion yang selesai pembangunanya awal 2011 dengan menghabiskan anggaran Rp440 miliar dan terletak di Surabaya Timur ini jelas kebanggaan buat Sporter Persebaya khususnya Bonek.

“Main Stadium Riau” dibangun pada tahun 2009 dan menghabiskan biaya Rp800 miliar menjadikan stadion ini termegah dan memiliki arsitektur yang modern. Dengan kapasitas 45.000 penonton, stadion ini menjadi tempat perhelatan PON XVII.

“Stadion Utama Palaran”, markas Klub Persisam Putra Samarinda, memiliki kapasitas 50.000 penonton, merupakan stadion pertama di Indonesia yang seluruh tempat duduknya memakai kursi penonton.

“Stadion Dompak”. Sejarah singkat Stadion Utama Tanjungpinang ini yang berada di Kepulauan Riau dengan 50.000 kursi penonton (dalam tahap penyelesaian, diubah dari rencana semula yang direncanakan memuat 100 ribu penonton).

“Stadion Kudunga” terletak di kompleks olahraga Perjiwa, Tenggarong, Kalimantan Timur. Stadion ini telah resmi menjadi kandang dari kesebelasan Mitra Kutai Kartanegara yang memiliki daya tampung sekitar 35.000 penonton. Stadion ini dipastikan akan lebih megah dibanding Stadion Utama Palaran ataupun Senayan. Selain lapangan standar Eropa, stadion ini akan dilengkapi atap model knock down. Atap bisa distel membuka dan menutup secara digital.

“Stadion Manahan” yang mengacu pada aturan FIFA dengan kapasitas penonton 25.000 orang. Markas Klub Persis Solo dan Solo FC ini terletak di surakarta dan memenuhi syarat sebagai tempat penyelenggaraan event internasional karena dekat dengan bandara internasional.

“Stadion Gede Bage” merupakan salah satu stadion terbesar milik Indonesia yang memiliki kapasitas kurang lebih 60.000 tempat duduk. Stadion Gede Bage terletak di kota Bandung, Jawa Barat. Stadion Gedebage merupakan stadion masa depan Persib Bandung untuk menjalani partai kandang di Kompetisi Liga Indonesia. Stadion ini dibangun dengan anggaran Rp495 miliar.

“Stadion Taman BMW” (Taman Bersih Manusia dan berWibawa) merupakan kandang masa depan klub Persija Jakarta. Dapat di bayangkan apabila stadion ini selesai sesuai perencanaan yang telah ada, stadion ini bakal menjadi Allianz Arena nya Indonesia ataupun menyerupai Emirates Stadium yang ada di Inggris.

Stadion dengan kapasitas 25.000 atau lebih di Tanah Air tercatat puluhan jumlahnya. Berikut ini daftar stadion sepak bola di Indonesia, diurutkan berdasarkan kapasitas penonton.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (88.306); Stadion Bali Wangi, Gianyar (85.000); Stadion Utama Riau, Pekanbaru (70.000); Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (64.000); Stadion Palaran, Samarinda (60.000); Stadion Gelora Bandung Lautan Api (58.000); Stadion Mandala Krida, Yogyakarta (55.000); Stadion BMW Jakarta (55.000); Stadion Barombong, Makassar (53.000); Stadion Batakan, Balikpapan (50.000); Stadion Cronous, Malang (50.000); Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang (48.000); Stadion Maguwoharjo, Sleman (45.000); Stadion Aji Imbut, Tenggarong (45.000); Stadion Malang (30.000); Stadion Mattoangin, Makassar (30.000); Stadion Mandala, Jayapura (30.000); Stadion Haji Agus Salim, Padang (28.000); Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (35.000); Stadion Mandala Krida, Yogyakarta (35.000);

Deretan stadion dengan kapasitas penonton 25.000 tercatat atas nama Stadion Benteng, Tangerang; Stadion Petrokimia, Gresik; Stadion Surajaya, Lamongan; Stadion KS Tubun, Cikarang; Stadion sepak bola Merpati, Depok Satu; Stadion Pakansari, Cibinong Bogor; dan Stadion Cenderawasih, Lubuklinggau.

Stadion

Riau Tertinggi Papua Terendah

Berdasar data Potensi Desa (BPS) 2008, jumlah lapangan sepak bola terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Tengah, yakni 6.746 buah. Jumlah lapangan sepak bola terbanyak kedua terdapat di Provinsi Jawa Timur (5.558 buah), ketiga di Provinsi Jawa Barat (5.356 buah). Di Sumatera, jumlah lapangan sepak bola terbanyak di Provinsi NAD (3.871 buah), disusul Provinsi Sumatra Utara (2.554 buah). Di Indonesia Timur, sepak bola terbanyak terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 2.082 buah. Di Papua memiliki 1.506 buah lapangan sepak bola. Daerah DKI Jakarta sendiri hanya terdapat 185 buah.

Jumlah keseluruhan lapangan sepak bola di Indonesia 51.748 buah, yang tersebar di semua provinsi. Sementara jumlah desa/kelurahan di Indonesia sebanyak 75.375 buah. Ini berarti hanya 56,11 persen desa yang memiliki lapangan sepak bola. Persentase tertinggi terdapat di Provinsi Bangka Belitung (93,02%); disusul Riau (85,72%); Kalbar (83,75%); Kepri (83,44%); dan DIY (82,65%). Sedangkan persentase lapangan sepak bola yang terbilang sedikit adalah di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat masing-masing 27,56% dan 31,70%.

Share This: