Dari Pom Bensin ke Operasi Cuci Mobil Petrobras

OPERASI Cuci Mobil sudah menyeret elite politik dan ekonomi terbesar Brazil. Sudah 232 orang diselidiki, 160 orang ditangkap, 93 orang didakwa, dan 16 perusahaan terlibat. Investigasi selama 2 tahun mengungkap skandal suap dan cuci uang yang melibatkan BUMN minyak Brazil, Petrobras.

Kasus ini menyeret bekas presiden Lula da Silva ke dalam daftar orang yang diselidiki. Juga Dilma Rousseff, presiden Brazil. Dilma bekas anggota dewan Petrobras. Skandal korupsi ini ditengarai berkaitan dengan ekonomi Brazil yang memburuk dan tanpa isyarat membaik sepanjang 2016.

Jaksa menuduh mantan eksekutif secara ilegal ‘mengalihkan’ miliaran dolar untuk penggunaan pribadi mereka, atau untuk menyogok para pejabat. Perusahaan-perusahaan konstruksi di Brazil menyuap miliaran dolar untuk mengamankan kontrak kerja dengan Petrobras. Mereka menggelembungkan biaya pengerjaan konstruksi. Sisa biaya penggelembungan itu antara lain dialirkan ke partai politik propemerintah untuk mendanai kampanye pemilu.

Sejumlah uang digelontorkan dalam skandal ini. Menurut saksi, di kontrak-kontrak antara Petrobras dengan perusahaan-perusahaan konstruksi 003-2012 saja sudah meraup US$10 juta. Estimasi kerugian US$2 miliar.

Operação Lava Jato–secara harafiah artinya Operasi Cuci Mobi–berawal dari investigasi pencucian uang yang terjadi di sebuah pom bensin di Posto da Torre, sebuah pom bensin di sudut kota Brasilia. Di pom bensin inilah polisi menemukan keganjilan. Berjarak sekitar tiga kilometer dari balai kota, para pencuci uang sering menggunakan jasa pertukaran mata uang di sana. Mereka membantu eksekutif Petrobras untuk mentransfer uang ke rekening luar negeri

Petrobras sepakat membayar US$2,95 miliar untuk menyelesaikan gugatan hukum di Amerika. Kesepakatan itu mengakhiri pertikaian hukum dengan investor yang mengalami kerugian setelah penyelidikan menunjukkan korupsi merajalela di Petrobras.●

Share This:

You may also like...