Dari  Hobi Jajan Jadi Pengusaha Kebab

Yeni Malina-foto: FB Yeni Marliana

JAKARTA—Ketika masih menjadi pegawai kantoran Yeni Marliana, 31 tahun kerap jajan kebab. Karena keseringan menyantap masakan dari Timur Tengah itu akhirnya suaminya memutuskan untuk membuka usaha kuliner kebab dengan belajar otodidak dan sekali-sekali mengamati bagaimana membuatnya  dari  para penjual kebab.

“Awalnya kami mengeluarkan modal sekitar Rp9 juta untuk membeli perlengkapan pembuatan kebab, seperti gerobak, alat memasak hingga bahan bakunya. Mulanya kami hanya menjual kebab di both dengan omzet Rp150 hingga Rp200 ribu per hari,” ungkap Yeni kepada Peluang, Kamis (9/8/2018).

Pada perkembangannya warga Srengseng, Jakarta Selatan ini memikirkan penjualan dengan cara delivery agar teman-temannya yang berada di luar kota dan kantor yang juga bisa ikut mencicipi.  Akhirnya ia mencoba kebab frozen dan berhasil mengirim hingga keluar kota.

“Setahun setelah suami resign, saya ikutan resign dari pekerjaan.  Saya fokus untuk mengurus berbagai perijinan usaha salah satunya mendpaatkan sertifikat  halal dari  MUI. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik,” kata mantan pegawai sebuah perusahaan IT ini.

Yeni mengaku dibantu oleh UKM Centre FEB UI, salah satunya pendanaan dan pengembangan bisnis seperti berbagai pelatihan.  Di sini Yeni banyak mendapatkanilmu dan berinterkasi denagn orang-orang yang sudah terjun di lapangan wirausaha, bertemu pada ahli bisnis, bertukar pengalaman dengan pelaku usaha.

“Alhamdulillah, usaha kebab kami berjalan dengan baik.  Kami juga sudah berkerja sama dengan beberapa pengusaha katering untuk pengadaan gubukan kebab, selain itu omzet di both kami juga bertambah dua bahkan tiga kali lipat dari awal buka,” tutur  alumni sebuah sekolah tinggi ekonomi di Jakarta.

UKM kuliner dengan brand afLah Kebab ini  juga sudah memiliki beberapa reseller yang didominasi ibu yang mencari pengasilan tambahan.

kebab frozen afLah-FB Yeni Marliana.

“Dalam waktu dekat  Insha Allah, kami juga akan mengikat kontrak dengan salah satu Pasar Swalayan Buah di Jakarta. Selain itu juga kami aktif di beberapa bazaar dan pameran. Kami berkeinginan untuk menjadi penyuplai bahan baku kebab di Jakarta, hingga menyerap banyak pegawai, ” ujar dia (Irvan Sjafari)

Share This: