Danone Indonesia Ajak Masyarakat Indonesia Kenali Kebutuhan Nutrisi Minuman Harian

(ki-ka) Dr. Rimbawan selaku ahli gizi dari IPB; Ibu Rosalina Privita selaku VP Research & Innovation PT Tirta Investama Danone AQUA; dr. Tria Rosemiarti selaku Hydration Science Director PT. Tirta Investama Danone AQUA; dan Prof. Ujang selaku guru besar ilmu perilaku konsumen IPB-Foto: Istimewa.

JAKARTA—-Sudah menjadi komitmen Danone Indonesia untuk mendukung generasi yang lebih sehat dan produktif Indonesia, sekaligus juga memberikan perhatian terhadap masalah kesehatan masyarakat.

Danone-Indonesia  memiliki misi untuk membawa kesehatan kepada sebanyak mungkin orang, ingin menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya minum air untuk nutrisi tubuh dan mendukung himbauan untuk membaca label informasi nilai gizi pada kemasan dengan memberikan edukasi umum dalam memilih minuman dalam kemasan yang baik bagi masyarakat Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Hydration Science Director PT Tirta Investama (Danone-AQUA) dr Tria Rosemiarti mendukung pentingnya menumbuhkan kesadaran dan perhatian masyarakat terkait asupan nutrisi tubuh yang sehat dan seimbang

“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih cermat dalam memperhatikan dan memahami nutrisi yang dikonsumsi tiap harinya terutama yang terkandung pada minuman kemasan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan memulai pola hidup yang lebih sehat. Untuk itu diperlukan edukasi terkait hal ini, agar masyarakat dapat secara cerdas mengetahui alternatif makanan dan minuman mana yang sebaiknya mereka konsumsi,” jelas Tria di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Salah satu yang menjadi fokus adalah Double Burden yang jika tidak ditangani dengan serius akan dapat meningkatkan risiko Penyakit Tidak Menular seperti Jantung dan Diabetes Melitus.  Di antara penyebabnya  adalah pola makan dan minum yang berlebihan jumlah kalorinya sehingga mengakibatkan kegemukan (overweight dan obesity).

Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan panduan “Isi Piringku” yaitu 2/3 porsi karbohidrat, 1/3 porsi protein dan lemak (lauk pauk), ½ sayur serta buah. Masyarakat juga dapat mengikuti anjuran Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk mengetahui berapa banyaknya kalori yang dibutuhkan sesuai usia serta jenis kelamin.

Namun, dengan banyaknya pilihan makanan dan minuman siap saji, kita masih sering menambahkannya diluar makanan pokok yang dapat mempengaruhi pertambahan berat badan karena kandungan kalorinya yang tinggi. Karenanya, penting untuk cerdas membaca dan mengerti label nutrisi, terutama dalam minuman siap saji yang terkadang terlihat ringan namun tidak sesuai dengan kebutuhan kita.

Profesor Ujang Sumarwan, Ahli Consumer Behavior dari Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa beragam masalah kesehatan di Indonesia diantaranya dipicu oleh ketidak-seimbangan asupan gizi.

“Beragam keluhan kesehatan seperti Obesitas, Diabetes II, keluhan fungsi ginjal dan jantung, diantaranya dipicu oleh tidak seimbangnya konsumsi nutrisi tubuh, yang bisa berasal dari makanan atau minuman sehari-hari,” jelasnya.

Menurut Profesor Ujang, sebagai konsumen kita dapat memilih minuman yang akan konsumsi sesuai dengan kebutuhan. “Kita cenderung minum berdasarkan rasanya yang disukai sehingga tidak memperhatikan kandungan nutrisi terutama gula.”

Minuman kemasan siap saji dapat diminum dengan mengenal kandungan nutrisinya agar kita masih dapat menjaga jumlah kalori yang masuk untuk mengurangi risiko kegemukan. Profesor Ujang menjelaskan bahwa di Indonesia asupan pola minum air putih meningkat dari tahun 2012 dibanding tahun 2016.

“Namun ternyata pola minum yang mengandung gula seperti minuman dalam kemasan juga meningkat sehingga perlu untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar menjaga pola makan dan minum yang lebih baik” papar dia (Dita).

 

Share This: