Dana Bergulir Pasar Badung sudah Cair 50%, Dirut LPDB-KUMKM Tekankan Kejujuran

Denpasar, 6/5/2016.

Bantuan Pinjaman dana bergulir untuk pedagang korban kebakaran hebat Pasar Badung telah ditransfer senilai Rp. 12 milyard Rabu, 4 Mei 2016 kemarin. Sebelum uang rakyat dari APBN itu disalurkan ke pedagang, LPDB-KUMKM Kemas Danial berbicara amat lantang dalam pertemuan dengan Ketua Koperasi Pasar Kumbasari dan Koperasi Pedagang Pasar Kamboja, serta sejumlah perwakilan pedagang.

IMG-20160506-WA0013

Kemas menekankan betul bahwa dana tersebut harus sesuai dengan proposal, dan jangan sampai ada tindakan penyelewengan, serta ketidakmerataan. Sebab nantinya sewaktu-waktu dana tersebut bisa diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Karena kalau disalahgunakan, bapak kena saya juga kena. Lebih bagus saya marahi Pak Ketua (Ketua Koperasi yang bertanggung jawab atas dana tersebut) sekarang, daripada nanti bermasalah. Sekarang yang terpenting adalah dana ini dapat terdistribusi dengan baik, sehingga tidak ada riak-riak, keributan dan lain sebagainya gara-gara adanya pembagian yang tidak merata, itu intinya.” Kata Kemas Danial dengan tegas dihadapan para hadirin di ruang Koperasi Kumbasari Jum’at, 6 Mei 2016 siang.

Ditekankan oleh Kemas bahwa apa yang diajukan dalam proposal LPDB tersebut, niatnya adalah membantu para pedagang yang kesusahan. Itu sebabnya Kemas berkali-kali menekankan agar jangan sampai nanti ada pedagang yang mengalami kerugian besar malah mendapat pinjaman kecil, atau sebaliknya.

Hadir juga sebagai saksi dalam pertemuan tersebut, perwakilandari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Denpasar, Ketua Koperasi Kamboja, Dirut PD Pasar Kota Denpasar, dan beberapa pedagang pasar Badung yang terkena Musibah.

Sebetulnya, lanjut Kemas, bantuan pinjaman dana bergulir yang diberikan adalah sebesar Rp. 24 Milyard. Hanya saja saat ini baru bisa direalisasikan setengahnya. Berdsarkan data yang dibacakan Kemas Danial, pedagang Pasar BAdung yang baru terdaftar sebagai penerima dana tersebut baro 108 orang pedagang dari 1.258 pedagang yang diajukan.

Dari Rp. 12 Milyard yang ditransfer, Rp. 7,5 Milyard dipertanggungjawabkan oleh Koperasi Kumbasari, dan Rp. 4,5 Milyard dipertanggungjawabkan oleh Koperasi Kamboja. Suku bunga yang bakal dikenakan pihak LPDB-KUMKM kepada kedua koperasi tersebut sebesar 0,125 % perbulan. Sedangkan suku bunga yang dikenakan dari pihak koperasi kepada para pedagang yakni sebesar 0,4 % perbulan. Suku bunga tersebut, kata Kemas Danial sudah termurah di jagat Bali.

“Mungkin sekitar 0,4 % perbulan (bunga pedagang). Itu jauh lebih kecil daripada KUR, dan segala macam itu. Memang itu manfaatnya, toh kalau untung juga kan koperasinya buat anggota.” Ujar Kemas, sembari mengatakan nantinya apabila semua uang sudah dicairkan dengan benar, pihaknya bakal mengecek dan setelah itu barulah bisa diajukan kembali.

Selain itu Kemas Danial juga menekankan agar pihak koperasi tatkala mengalami masalah kedepan agar jangan lari dari tanggungjawab. Ia berharap semua hal disampaikan secara apa adanya sehingga bisa dicarikan solusi terbaik. “Karena saya tahu karakter pedagang-pedagang ini disemua tempat sama. Dan saya sudah pengalaman betul, makanya saya harap, nanti Bapak Ibu jujur saja”, pungkasnya.

Ketua Koperasi Kumbasari, AA Suma Widana mengatakan,pihaknya bakal mencairkan dana tersebut mulai Senin 9 Mei 2016. Teknis pencairan dana tersebut, kata dia sesuai dengan tatacara peminjaman di koperasi. “Dan harus ada rekomendasi dari Kepala Pasar,” kata Gung Suma Widana.

Humas LPDB-KUMKM

Email: hunas@danabergulir.com

Share This:

You may also like...