Dana Bergulir LPDB Dukung Permodalan Pedagang Pasar Tradisional

JAKARTA (15/2) : Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM siap mendukung permodalan para pedagang pasar tradisional. Pinjaman/pembiayaan akan diberikan dengan penjaminan kepada para pedagang pasar tradisional di bawah binaan PD Pasar Jaya.

MoU LPDB-PD Pasar Jaya_Kirim

Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial menegaskan hal tiu usai penandatanganan nota kesepahaman bersama, antara LPDB-KUMKM, PD Pasar Jaya, PT Jamkrida Jakarta dan PT Bank DKI, Senin (15/2) di Jakarta.

Dikatakan, potensi ekonomi yang berlangsung di pasar tradisional sangat besar sehingga LPDB menilai MoU dengan Bank DKI sangat strategis karena dapat membantu pelaku KUMKM yang belum memenuhi persyaratan LPDB.

“Usaha mikro dan kecil di DKI sangat besar sekali terutama di pasar. Namun perlu dipahami bahwa untuk mendapatkan dana bergulir LPDB, semua UKM harus memenuhi persyaratan, apakah persyaratan melalui koperasi atau langsung ke LPDB,” kata Kemas.

DIa menambahkan, LPDB membuka peluang sebanyak-banyaknya bagi pelaku UKM untuk memanfaatkan pola kerja sama ini. Akan tetapi proses pengajuannya melalui seleksi oleh Bank DKI. Ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi yakni, masa usahanya harus dua tahun, berbadan hukum, serta harus menguntungkan.

Agar tidak terjadi duplikasi pembiayaan, akan dilakukan pengamatan ketat terhadap UKM yang akan mengajukan pinjaman. “ Jangan sampai UKM-nya duplikasi, sudah dapat KUR, dapat lagi LPDB, ini harus dilihat seberapa jauh modal mereka kuat untuk membayarkan kredit tersebut,” jelas Kemas.

Dirut PD Pasar Jaya, Lutfi Rachman mengatakan pihaknya segera melakukan seleksi utama kepada pedagang yang aktif. Sebanyak 153 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya, dengan jumlah pedagang kurang lebih 60 ribu pedagang.

“Kita lihat kegiatan usahanya, bila memang bagus kita akan data dan kita akan berikan kepada Bank DKI,” ungkap Lutfi.

Dia menuturkan bahwa fundamental pedagang harus kuat, karena keterbatasan modal, memaksa para pedagang mengambil sumber barang dagangan dari sumber yang kurang baik. Ini yang bisa membuat pedagang akan sulit meningkatkan performance-nya.

“Jadi eksistensi harus kami jaga, salah satunya diberikan fasilitas yang bisa membuat mereka lebih mampu,” lanjut Lutfi.

Dirut Jamkrida Jakarta, Chusnul Ma’arif menambahkan kerja sama ini akan memperkuat lembaga keuangan untuk membantu UKM. Dengan adanya jaminan dari Jamkrida Jakarta, tentunya para lembaga keuangan tidak perlu ragu lagi untuk memberikan pinjaman atau pembiayaan kepada UKM.

“Masalahnya itu sebetulnya yang melakukan seleksi di Bank DKI, dan UKM dari PD Pasar Jaya,” sambung Chusnul.

Dai mengakui, umumnya UKM itu tidak punya agunan, kalaupun ada tidak memenuhi syarat untuk diikat kerja sama dengan Bank DKI. Akan tetapi selama itu UKM memiliki usaha yang layak maka tugas Bank DKI untuk menyalurkan kredit dan Jamkrida siap menjamin.

“Dalam rangka meningkatkan kemampuan UKM yang tadinya kapasitasnya kecil, maka dengan adanya kredit ini, skala usahanya diharapkan menjadi lebih besar,” tutur dia.

Bank DKI sendiri akan back on track sebagai bank pembangunan daerah Jakarta. Dirut Bank DKI, Kresno Sediarsi mengatakan potensi bisnis di DKI Jakarta sangat besar, termasuk di dalamnya adalah kegiatan ekonomi yang berada di dalam pasar tradisional.

Karena itu, pihaknya menyambut baik kerja sama penyaluran dana bergulir untuk pemberdayaan pedagang di pasar tradisional ini. “Setiap hari saya akan tagih, supaya realisasi, supaya ada penyaluran ke pihak yang berhak. Ini langkah yang baik dan semoga memberikan manfaat,” katanya. (Ira)

Share This: