Dana Bergulir LPDB Dongkrak Kinerja Usaha Koperasi Tanggung Renteng di Jatim

Ilustrasi-Foto: Okezone

SURABAYA— Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita (Kopwan SBW) Surabaya mengungkapkan, bantuan pinjaman/pembiayaan dana bergulir dari LPDB-KUMKM sudah dirasakan manfaatnya.

Dana bergulir mendongkrak kinerja  koperasi yang menggunakan sistem tanggung renteng di Provinsi Jawa Timur  hingga eksis saat ini.  Sejak berdiri pada 30 Mei 1978, Kopwan SBW Surabaya tidak saja bergelut di usaha simpan pinjam, tetai  melebarkan usaha ke sektor ritel dengan membuka toko swalayan. Terbaru Kopwan SBW Surabaya akan membuka bisnis jasa travel.

“Kami mulai mengembangkan untuk usaha jasa travel. Jadi kami tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam saja, pertokoan tapi kami juga bergerak di bidang jasa,” kata Ketua Kopwan SBW Surabaya, Indra Wahyuningsih saat ditemui di kantornya, Rabu (6/11/2019).

Dari kegiatan usaha yang dilakukan Kopwan SBW Surabaya mampu mencatatkan aset dan omzet yang terus meningkat setiap tahunnya. Seiring dengan hal itu, kualitas pelayanan kepada anggota juga meningkat. Begitu pula jumlah anggotanya terus bertambah. Sejak  2016 hingga saat ini jumlah anggota Kopwan SBW Surabaya telah mencapai 13.500 orang.

Kopwan SBW Surabaya telah menjalin kemitraan dengan LPDB-KUMKM sejak 2012 yang diawali ketika Kopwan SBW Surabaya mengajukan permohonan pinjaman dana bergulir ke LPDB-KUMKM sebesar Rp10 miliar. Bantuan pinjaman ini diperuntukkan untuk memperkuat bisnis simpan pinjam. Hingga 5 tahun berjalan dana pinjaman tersebut sudah lunas dibayarkan.

“Kami sudah kesekian kalinya menjalin kerja sama dengan LPDB dan kali ini kami sedang mengajukan pinjaman untuk pembangunan gedung kami yang insya allah akan kami ubah gedung ini dari dua lantai menjadi lima lantai,” ungkap Indra.

Hingga Oktober 2019, SBW Malang mencatatkan peningkatan jumlah anggota sebanyak 9.430 orang, sedangkan jumlah asset mencapai Rp 103 miliar. Kinerja usaha itu dicapai berkat SBW Malang mampu mengelola pinjaman dana bergulir LPDB-KUMKM Rp 10 miliar yang didapatkan melalui empat tahap pengajuan sejak  2004.

SBW Malang meraup keuntungan yang besar karena memutarkan pinjaman tersebut kepada anggotanya yang sebagian besar merupakan kaum ibu-ibu.

“Dari dana bergulir LPDB kita putarkan, karena anggota kita banyak dan mereka mempunyai usaha sehingga kita pinjam dari LPDB untuk melayani kebutuhan anggota,” kata Sekretaris 1 SBW Malang, Benedecta Prihatiningsih.

Sementara Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan suksesnya Kopwan SBW dalam mengimplementasikan sistem tanggung renteng tidak lepas dari kerja keras masing-masing anggota dan pengurus koperasi. Keanggotaan koperasi menjadi salah satu faktor keberhasilannya sehingga tingkat kredit macet pada dua koperasi di Jawa Timur ini rata-rata nol persen.

“Sistem tanggung renteng ini bahkan akan menjadi pengingat bagi masing-masing anggota yang memiliki tanggungan pinjaman untuk segera menyiapkan dana cicilannya sebelum jatuh tempo. Dengan begitu akan ada ruang yang lebih lebar bagi anggota koperasi yang memiliki pinjaman untuk mempersiapkan dana cicilannya lebih dini,” ungkap Braman.

Share This:

You may also like...