Dalih Bukalapak Pangkas Karyawan

Bukalapak merupakan unicorn lokal dengan mayoritas kepemilikan saham oleh investor lokal yakni PT Kreatif Media Karya (KMK). Bukalapak adalah unicorn terakhir Indonesia yang jumlah sahamnya dimiliki secara signifikan oleh investor domestik Indonesia.

PLATFORM e-commerce (niaga elektronik) Bukalapak baru saja mem-PHK sejumlah karyawan. Pengurangan tenaga kerja itu merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan. Argumen kerennya, sebagai penataan untuk mengimbangi kian pesatnya perkembangan teknologi. “Seiring dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian maju dan beragam, penataan diri di dalam suatu perusahaan tentunya juga harus dilakukan untuk mengikuti dinamika ini,” kata Teddy.

Mereka perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang. Dengan demikian, korporat bisa menentukan arah selanjutnya. Bukalapak sendiri bertujuan menjadi perusahaan yang terus tumbuh dan menciptakan dampak positif untuk Indonesia atau sustainable e-commerce.

Menjadi perusahaan niaga elektronik (e-commerce) yang menghasilkan keuntungan jelas penting bagi Bukalapak. Walaupun pertumbuhan GMV adalah indikator yang penting bagi semua e-commerce, Bukalapak mengklaim telah melangkah ke tahap yang lebih jauh dan menghasilkan kenaikan dalam monetisasi, serta memperkuat profitabilitas. “Saat ini semuanya berjalan dengan baik dan bahkan melampaui ekspektasi kami,” katanya. 

Bukalapak mengalami kenaikan Gross Profit pada pertengahan 2019, tiga kali lipat dibanding pertengahan 2018. Juga dapat mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama 8 bulan terakhir. Mereka ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan, dengan pencapaian performa bisnis yang baik.

CEO dan pendiri BukalapakAchmad Zaky, menanggapi aksi pemutusan hubungan kerja ratusan karyawannya dilakukan sebagai bentuk penataan diri dan efisiensi perusahaan. Langkah pemangkasan karyawan untuk mewujudkan ambisi agar perusahaan balik modal (break even point/ BEP) hingga mendapatkan keuntungan.

Seperti diketahui operasional perusahaan rintisan (startup) identik dengan aksi bakar uang hingga posisi mereka bahkan belum balik modal. “Bukalapak menyatakan diri ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP atau bahkan mencatatkan keuntungan dalam waktu dekat,” ujar Zaky.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan melalui pertimbangan bahwa Buklapak telah menghasilkan EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang positif. “Pada saat ini kami sudah memiliki modal yang cukup dari para pemegang saham untuk meraih EBITDA positif, tentunya apabila semua rencana kami berjalan lancar tanpa halangan,” ujar Zacky.

Pihaknya mengaku berusaha keras menjaga kepercayaan dari para investor lokal demi menggerakkan ekonomi di level usaha kecil. Bukalapak merupakan unicorn lokal dengan mayoritas kepemilikan saham oleh investor lokal yakni PT Kreatif Media Karya (KMK). “Hingga saat ini, Bukalapak adalah unicorn terakhir Indonesia yang jumlah sahamnya dimiliki secara signifikan oleh investor domestik Indonesia,” kata Zacky. Sejauh ini, Bukalapak telah mengantongi suntikan pendanaan dari berbagai sumber seperti Ant Financial, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC dan Grup Emtek. Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia tertanggal 27 Mei 2019, PT Kreatif Media Karya (KMK) yang dimiliki 99,9 persen oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) memiliki porsi cukup besar dalam Bukalapak. KMK tercatat memiliki 35,17 persen dari total saham Bukalapak.‚óŹ

Share This: