Dalam Lima Tahun Ditargetkan Tercipta 2,5 Juta Petani Milenial Baru

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

JAKARTA—Untuk mendongkrak produktivitas pertanian dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul.  Selain itu diperlukan regenerasi petani yang masih didominasi usia tua.  Itu sebabnya dalam lima tahun ke depan, Kementerian Pertanian menargetkan  terciptanya 2,5 juta  petani milenial.  Dengan kata lain, setidaknya dalam setahun harus diciptakan 500 ribu petani milenial di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi saat Pertemuan Koordinasi Penyuluhan Pertanian 2021, Rabu (13/1/21), mengatakan, SDM pertanian yang maju akan menghasilkan inovasi pertanian yang baik dan menyesuaikan perkembangan, mampu membangun sarana dan prasarana, sistem, serta kebijakan yang mendukung serta menguntungkan  pertanian.

“Regenerasi Petani dan Petani Milenial masuk dalam Program Aksi BPPSDMP 2021. Penciptaan tersebut melalui berbagai macam cara dan program, antara lain melalui pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, pemberdayaan P4S, Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), hingga program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS),” papar Dedi.

Selain program tersebut, contoh-contoh sukses petani andalan dan milenial (branding petani) juga kerap dihadirkan dalam berbagai kegiatan BPPSDMP melalui Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) yang kini berjumlah 67 orang dan tersebar serta saling berkomunikasi.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati menuturkan penciptaan petani milenial tersebut juga disokong oleh tiga pilar dalam BPPSDMP yakni Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan. 

Untuk penyuluhan, Leli berharap peran para penyuluh di setiap daerah untuk mengajak anak-anak muda masuk ke sektor pertanian dan menjadi wirausaha. Paling tidak satu penyuluh bisa mengajak lima petani milenial.

“Jumlah penyuluh kita ada 60 ribu orang, kalau tercapai bisa 300 ribu petani milenial,” ucap dia. 

Pusluhtan juga akan melakukan pengerahan 40.835 penyuluh di bawah koordinasi Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP (Pusluhtan) merupakan aktivitas komunikasi vital, mendorong proses penyebaran dan penerapan teknologi dalam suatu sistem sosial pedesaan.

Gerakan massal diseminasi teknologi akan didukung penuh 5.698 Balai Penyuluhan Pertanian sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian sebagai ‘rumah besar penyuluh’ koneksi daring ke AWR di Jakarta. 

“Permasalahan diseminasi inovasi pertanian, umumnya terkait kesenjangan adopsi teknologi, kesenjangan hasil dan kendala sosial ekonomi petani,” katanya.

Sedangkan dari pilar pendidikan, diharapkan petani milenial terdidik dari alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanan (SMKPP) bisa muncul.

“Tahun ini ditargetkan ada 6.701 orang terlatih. Ada pula target penumbuhan wirausaha muda sebanyak 822 kelompok dan fasilitasi kewirausahaan dan ketenegakerjaan pemuda sebanyak 5.000 orang,” ungkap Leli.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *