CHAT BASED BANKING

H. Hendri Tanjung Ph. D

CHAT BASED BANKING adalah bank berbasis chat dimana seseorang dapat mengirim uang, menyimpan uang, pembelian gojek, ovo, pulsa, token PLN dan Pertagas, pembayaran kartu halo telkomsel, IndiHome, BPJS, PLN Abodemen, serta beli dan bayar tiket kereta, yang semua ini dilakukan dalam bentuk whats app. Bank Berbasis Chat atau yang selanjutnya disebut KGN Bank ini merupakan inovasi dan layanan baru dari Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN). Inovasinya jelas, berbasis chat. KGN menerima anggota di nomor whatss app 081931717170. Setiap anggota yang mendaftar akan diberikan nomor rekening Bank BNI Syariah.  Dengan nomor tersebut, seseorang dapat ber banking dengan chat.  Simpanan wajibnya Rp25.000 dan simpanan pokoknya Rp100.000 ditambah admin BNI Syariah Rp3.000 sehingga untuk menjadi anggota koperasi baru KGN harus transfer minimal Rp128.000  Jika mentransfer Rp500.000 maka Rp372.000 akan menjadi simpanan ADIL MAKMUR.

Di websitenya tertulis: ‘Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN Coop) diprakarsai oleh Prabowo Subianto bersama dengan sekumpulan putra dan putri terbaik Indonesia. Hati dan Jiwa para inisiator ini tergerak karena ingin melihat Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dimana rakyatnya mampu menjadi bangsa yang produktif dan menyediakan kebutuhannya sendiri. Singkatnya, KGN Coop adalah alat perjuangan ekonomi untuk membawa kesejahteraan kepada  sebanyak banyaknya rakyat Indonesia’. 

KGN memiliki 3 prinsip: self-help, mutual cooperation dan discipline. Adapun manfaat dan jaringan kerjasama yang diberikan ada 4, yaitu: dukungan pelatihan yang komprehensif dan uptodate dengan biaya yang kompetitif, potensi akses usaha yang sangat luas dan terbuka sehingga sangat mendukung untuk pengembangan dan perluasan usaha, membuka akses keuangan untuk pendanaan dan investasi dalam pengembangan usaha, serta menghadirkan system tata kelola keuangan yang diaudit secara professional dan akuntabel. 

Adapun visi KGN adalah menjadi gerakan koperasi terkemuka yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia dan membangun militansi dalam hati para anggotanya. Adapun misinya adalah: 1) membuat unit usaha di setiap desa, 2) mengembangkan identitas nasional, membantu satu sama lain dan gotong royong, 3) memiliki 1.000.000 anggota aktif dalam satu tahun, dan 4) membangun daftar nasional anggota aktif dan potensi desa.

Adapun fasilitas yang diberikan oleh KGN kepada anggotanya adalah: KGN Bank, Mikro Industri, Trading, Travel, Payment Point Online Bank (PPOB) dan Retail.  Pada KGN Bank, anggota dapat melakukan transfer, pindah buku dan cashout. Transfer dilakukan kepada sesama anggota KGN.  Pindah buku dilakukan dengan memindahkan saldo simpanan ADIL MAKMUR ke saldo transaksi.  Cashout dilakukan dengan melakukan transfer dana dari saldo rekening transaksi ke bank lain (biaya Rp6.500).

‘Berikut ini adalah beberapa unit usaha mikro industri yang dikembangkan oleh KGN: Rice Mill, Batik, Merchandise, Sepatu dan Susu. KGN Trading merupakan unit usaha perdagangan KGN yang mendistribusikan berbagai barang kebutuhan dasar (beras, gula semut, minyak goreng dan bawang putih) dalam jumlah/partai besar.  Travel yang difasilitasi KGN adalah Umroh, tiket dan pariwisata.  Jenis layanan PPOB yang ada di KGN coba terus dikelola dan dikembangkan sesuai minat dan kebutuhan masyarakat, seperti Listrik, PDAM, BPJS Kesehatan dan Pulsa. Usaha Retail KGN memiliki beberapa jenis yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia seperti KGN Café, Kopi 611, pasar garuda, e-commerce, dan Waserba’. Begitu yang tertulis di website kgn.coop. 

COOP di Swiss

Jika mendengar namanya KGN Coop, penulis ingat koperasi di Swiss yang bernama Coop. Coop coperative adalah salah satu perusahaan retail dan wholesale terbesar di swiss. Perusahaan ini bentuk hukumnya adalah koperasi dengan 2,5 juta anggota. Didirikan tahun 1969 yang sebelumnya bernama USC (Union suisse des societes de consommation) yang didirikan tahun 1890 sebagai persatuan masyarakat koperasi. Pada tahun 1927, USC dan the swiss federation of trade unions mendirikan bank coop yang bernama Coop bank sejak 1995 dan dimiliki oleh the basler kantonalbank sejak 1999. Coop berkantor pusat di Basel, Swiss, dengan jumlah pekerja 79.953 orang pada tahun 2015 seantero eropa, dan omset penjualan 26932 juta CHF.

Pada tahun 2015, coop mengoperasikan 2.213 toko dan mempekerjakan lebih dari 54.000 orang di swiss.  Coop memiliki pabrik coklat ‘Halba’. Coop juga menerbitkan majalah dengan 3 bahasa: Coopzeitung dalam bahasa jerman, Cooperation dalam bahasa perancis dan Cooperazione dalam bahasa Italy. Pada tahun 2011, sebuah lembaga riset independen oekom research AG memberi penghargaan kepada coop sebagai ‘World Most sustainable retailer’.  Coop memiliki 3 merek utama, yaitu Coop oecoplan (produk sehari hari), Coop naturaline (produk tekstil) dan Coop naturaplan (makanan). 

Koperasi di Belanda

Memang berbeda koperasi di Eropa dengan di Indonesia.  Di Eropa, Belanda misalnya, koperasi memainkan peran penting dalam perekonomian.  Bung Hatta yang belajar di Belanda pun memiliki ide untuk mengembangkan koperasi di Indonesia. Dalam lawatan penulis ke Den Haag Belanda April 2018 dan bertemu dengan duta besar Indonesia untuk Belanda, Duta besar I Gusti Agung Wesaka Puja menyampaikan beberapa hal tentang koperasi di Belanda sbb:

‘Pada fiscal environtment belanda dan eropa, koperasi (cooperative dalam bahasa Inggris dan cooperatie dalam bahasa belanda atau lebih sering disebut Dutch coop) merupakan istilah resmi yang digunakan untuk sebutan suatu holding company. Dutch coop dapat digolongkan sebagai badan hukum dengan kewajiban terbatas bagi anggotanya, sehingga bentuknya serupa dengan perusahaan belanda dengan limited liability lainnya, seperti BV (private limited liability company) atau NV (public limited liablity company). Dutch coop dapat digolongkan sebagai asosiasi (vereninging) dimana badan ini tidak memiliki pemegang saham, namun memiliki nama-nama anggota, dan minimal jumlah anggota adalah dua orang.  Pada awal abad ke-19 koperasi di belanda berkembang sangat pesat. Antara tahun 1895 hingga 1920 koperasi terbentuk di hampir semua desa besar dan meliputi bidang-bidang seperti asuransi pertanian, peternakan, kredit pedesaan, dan pertukaran pengetahuan pertanian. Koperasi membantu anggotanya (yang mulai menghasilkan produksi utk pasar internasional) dengan berbagai keuntungan ekonomi dan sekaligus melindungi mereka dari kondisi pasar. Ekspansi ekonomi dunia antara tahun 1890 dan 1930 mendukung perkembangan pertanian di Belanda dan juga bagi perkembangan Dutch coop. Pada masa perang dunia I pertanian belanda diuntungkan dari besarnya permintaan produk-produk pertanian selama dan sesudah berakhirnya perang. Seperti halnya negara negara eropa lainnya, koperasi belanda berkembang semakin kuat di sektor ekspor.  Koperasi memainkan peranan penting pada transformasi pertanian semi subsisten menjadi pertanian komersil melalui penyediaan input input pertanian, kredit serta mengorganisir penjualan dan pemrosesan produk-produk pertanian. Dengan maraknya UMKM industri kreatif belanda, kerjasama dalam bentuk koperasi banyak dimanfaatkan oleh startup’.

Roh Koperasi

Melihat visi misi, prinsip, kegiatan dan layanan KGN, penulis melihat bahwa apa yang dilakukan KGN ini luar biasa. Mengawinkan prinsip koperasi yang ada di Swiss dan Belanda. Bukan hanya itu, tetapi mengembangkan IT melalui whatss app dalam menjalankan kegiatannya. KGN Bank yang disebut dengan layanan koperasi berbasis whats app merupakan terobosan baru. Hal ini yang membedakannya dengan Coop Bank yang didirikan oleh Coop di Swiss.

Namun, penulis merasakan bahwa ada yang hilang dari koperasi jika semata mata mengandalkan KGN Bank. Tidak ada interaksi fisik sesama anggota, yang merupakan roh daripada koperasi. Secara bisnis betul, bahwa dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota itu terjadi, namun secara fisik, tidak. Perlu dipikirkan upaya-upaya untuk membuat adanya interaksi secara fisik agar roh koperasi terus bergerak. Mari sama-sama kita memikirkannya!

Share This:

You may also like...