Capai Urutan 94 Koperasi Besar Dunia, Menkop UKM Beri Apresiasi pada Kisel

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dan Ketua Kisel Suryo Hadiyanto-Foto; Jitunews.

JAKARTA—–Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) berada pada urutan nomer 94 terbesar dunia versi World Cooperative Monitor (WCM). 

Dengan demikian koperasi milik karyawan operator seluler Telkomsel ini menjadi salah satu koperasi terbesar di dunia.  Rilis WCM tahun 2018 menggunakan data tahun buku 2016 dengan omzet Kisel sebesar Rp,5,7 triliun.

Kisel mencatatkan lompatan prestasi yang membanggakan, apalagi sebelumnya sudah berada di urutan 128 dari seluruh koperasi dunia pada 2014, berdasarkan rasio omzet PDB nasional.

Menurut Puspayoga  pretasi ini  kabar menggembirakan khususnya bagi perkoperasian di Indonesia. Kementerian sendiri telah mengeluarkan kebijakan reformasi total koperasi yang dilaksanakan dalam tiga langkah strategis yaitu rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan.

“Kami juga mendorong Kisel melalui anak usahanya untuk melangkah ke bursa saham,” ucap Puspayoga  usai menerima laporan dari Ketua Kisel Suryo Hadiyanto, Jumat (5/7) di Jakarta.

Dalam laporan tahunan yang dirilis WCM 2018, Kisel menduduki peringkat 1 untuk kategori Other Services atau jasa lainnya dengan penilaian berbasis rasio pendapatan koperasi berbanding PDB Nasional. Kisel mengungguli Selectour dari Perancis dan Koperasi Permodalan Felda Malaysia Berhad.

Ketua Koperasi Kisel Suryo Hadiyanto mengatakan, sangat bersyukur dengan pencapaian ini karena Kisel turut membawa nama besar koperasi Indonesia di mata dunia. Terlebih terlihat dari peringkat, menunjukkan kenaikan posisi Kisel dari rilis sebelumnya.

“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk selalu meningkatkan performa dari tahun ke tahun,” ujar Suryo Hadiyanto.

Kisel sendiri terbentuk pada 23 Oktober 1996. Pada 2019 Kisel menargetkan pendapatan sebesar Rp6 triliun. Saat ini sampai bulan ini, Kisel mencatat pendapatan sudah mencapai Rp600 miliar. Diharapkan tahun depannya lagi bisa mencapai Rp7 triliun.

Kisel mempunyai distribusi dan penjualan produk telekomunikasi, jasa infrastruktur telekomunikasi dan power enginering dan jasa umum.

Ke depannya  Kisel membidik bisnis digital dengan membangun platform, channel, dan aplikasi yang terintegrasi dengan bisnis eksistingnya.

Kisel  mengukuhkan dirinya  berpartisipasi aktif dalam era industri 4.0. Untuk itu Kisel mencanangkan transformasi bisnis dan organisasi dengan mengedepankan people procedure dan sistem.

Share This: