Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, PERANGI BANK TITIL

Jelang pukul 20.00 malam, sosok yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga.  Bupati yang dikenal sangat ramah itu turun dari mobil Alphard warna putihnya dan langsung disambut oleh Ketua KSP Makmur Mandiri Tumbur Naibaho.  Minggu malam itu (1/9/19)  Kusdinar Untung Yuni Sukowati atau biasa dipanggil mbak Yuni memang dijadwalkan membuka peresmian kantor baru KSP Makmur Mandiri (KMM) ke 134 di Sragen. 

Jadwal semula adalah sore hari, namun terpaksa molor karena putri asli Sragen kelahiran 23 Januari 1974 ini masih berada di Makassar menjenguk ibu mertuanya. “Kebetulan saya baru pulang haji, gak afdol rasanya jika tidak sungkeman ke orang tua,” ujar Yuni  melepas senyum. 

Usai meresmikan KMM, Yuni berharap gerakan koperasi dapat membantu dirinya yang tengah memerangi Bank Titil.   Dia menjelaskan, bank titil dimaksud adalah para pelepas uang yang banyak beroperasi di pasar. Mereka  mengincar nasabah atau pedagang pasar yang sedang kepepet butuh uang. “Bunganya itu lho mencekik banget,” tukas dokter jebolan Universitas Yarsi ini. Terbetik ia ingin bikin kebijakan melarang bank titil beroperasi namun urung dilaksankan. 

Kalau saya bilang bunganya mencekik kan mesti ada komparasinya,  dan yang pas untuk itu tentunya koperasi,” jelasnya lagi.  Singkat cerita, Yuni mengakui perkembangan koperasi di daerahnya masih belum menggembirakan. “Simpan pinjam masih banyak pinjamnya dari pada nyimpannya. Ya bangkrutlah koperasinya kehabisan modal,” pungkasnya. Yuni berharap  pendidikan koperasi dapat dikembangkan lagi di sekolah SLTP, SLTA maupun Perguruan Tinggi sehingga, pada gilirannya,  makin banyak masyarakat yang melek koperasi.  (Irm)

Share This:

You may also like...