Buka RAT Puskopdit Swadaya Utama Dorong Koperasi Kembangkan Sektor Riil

Kendati pertumbuhan koperasi di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan grafik yang terus meningkat, namun kontribusi terhadap perekonomian daerah dinilai masih rendah jika dibanding sektor usaha lainnya, terutama pelaku usaha sektor riil.

Koperasi diminta jangan hanya usaha simpan pinjam melulu, tetapi harus tampil ke tengah masyarakat melalui berbagai produk kebutuhan pokok. 

“Kita harus mengurangi konsumsi dari luar dengan membuat sendiri berbagai kebutuhan yang memang bisa dikerjakan di sini. Itu sebabnya saya kampanyekan Bela Beli Sikka  agar masyarakat dapat mengurangi ketergantungan dengan daerah lain terutama dari pulau Jawa,” kata Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo. Ia menegaskan hal itu saat membuka Rapat Anggota Tahunan Pusat Koperasi Kredit Swadaya Utama, Agustus 2020 lalu di Maumere NTT.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Sikka Romanus Woga yang juga mantan Ketua Puskopdit Swadaya Utama dan dieknal sebagai tokoh koperasi NTT.

Sejalan dengan tagline Bela Sikka Beli Sikka yang tengah dikampanyekan, Bupati meminta upaya tersebut hendaknya dapat didukung oleh segenap pegiat koperasi di Sikka. Dia mengakui dengan melibatkan peran aktif koperasi, kampanye Bela Beli Sikka akan lebih cepat menyusup ke tengah mayarakat terutama di lapis perdesaan.

“Peran koperasi selama ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, akan lebih baik lagi jika digerakkan membangun produksi sendiri, sehingga belanja pokok masyarakat tidak mengalir ke daerah lain. ” Setiap minggu hampir 700 juta batang rokok dihisap oleh masyarakat di Sikka, dananya mengalir begitu saja ke daerah lain, kenapa tidak kita bangun sendiri industri rokok di Sikka sehingga ada nilai tambah ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat,” cetus Bupati yang akrab dipanggil Robbi Idong ini.

Pada kesempatan itu Bupati membeberkan konsepnya mengenai peta produksi koperasi SIkka dimana setiap koperasi diminta mengembangkan satu produk unggulan tertentu yang tidak digarap oleh koperasi lainnya.  Dalam hal ini ia menunjuk Kopdit CU Pintu Air yang sudah bergerak ke sektor konsumsi, antara lain industri garam, minyak goreng, mini market dan sejumlah usaha lainnya.

Agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat, Robbi Idong mengajak koperasi untuk menggerakkan anggota supaya mulai mengolah hasil produksi apa saja di wilayah Kabupaten Sikka menjadi produk setengah jadi atau barang jadi.

“Kita punya banyak sumber alam, seperti ikan, kelapa, pisang dan kakao. Masyarakat sudah harus digerakkan dari pola tradisional agraris ke industri pengolahan yang dapat menghasilkan barang konsumsi. Paling tidak, satu koperasi punya satu produk unggulan, cetusnya.  Bila segenap pegiat koperasi sepakat mengembangkan produk-produk lokal itu, Robbi menjanjikan untuk segera mengeluarkan Peraturan Daerah yang akan membatasi masuknya produk sejenis ke wilayah Kabupaten Sikka. 

Pengurus Baru PUSKOPDIT

Dalam sidang pemilihan pengurus baru yang berlangsung alot hingga larut malam peserta RAT, Aleksius Bertholomeus akhirnya terpilih sebagai Ketua  pengurus Puskopdit Swadaya Utama Periode 2020-2023. Aleksius yang juga Ketua Kopdit Sube Huter, malam itu juga membentuk susunan pengurus baru yang langsung dilantik oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Yoseph Benyamin. 

“Menjadi pemimpin bukanlah posisi, tetapi aksi yang harus diperlihatkan. Menjadi ketua bukanlah hal yang mudah, banyak beban sudah harus dipikul di pundaknya,” ucap Aleksius usai pelantikan. Selain akan melanjutkan program yang sudah dirintis oleh pengurus sebelumnya, Aleksius  akan menindaklanjuti program Bupati yaitu  gerakan Bela Beli Sikka hingga Bela Beli Flores Puskopdit Swadaya Utama melalui pengembangkan sektor riil sesuai dengan potensi dari anggota. Selama ini, kata Aleksius, fungsi koperasi hanya simpan pinjam. Kini Puskopdit akan menampung semua sektor rill anggota dan  mencari buyer untuk mendukung pengembangan sektor rill anggota.  (Nivan/Irm)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *