BPS Catat Inflasi November 0,14 Persen

JAKARTA-—Rilis Badan Pusat Statistik menyebutkan pada November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,60. Jumlah ini meningkat dibandingkan inflasi pada bulan lalu sebesar 0,02 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2019 sebesar 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,00 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, lebih rendah dibanding 3,23 persen (yoy) 2018 dan 3,3 persen (yoy) tahun 2017.

“Dengan melihat angka inflasi, target inflasi tahun 2019 tampaknya  tercapai,” ujar Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/12/19).

BPS mengungkapkan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen.

Lainnya yang ikut memberikan kontribusi ialah  kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen; kelompok sandang sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.

Dari 82 kota IHK, 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,30 persen dengan IHK sebesar 140,99 dan terendah terjadi di Malang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 136,92.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen dengan IHK sebesar 146,21 dan terendah terjadi di Batam dan Denpasar masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 137,96 dan 133,54.

Share This:

Next Post

Kumulatif Kunjungan Wisman Hingga Oktober, Hanya 13, 62 Juta

Sen Des 2 , 2019
JAKARTA—-Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Oktober 2019 tercatat sebesar 1,354 juta atau turun dibandingkan September 1,4 juta atau setara dengan 3,28 persen. Dengan demikian jumlah kunjungan wisman turun untuk kedua kalinya beruturut-turut setelah Agustus 2019 mencapai 1,55 juta. Demikian rilis yang diumumkan Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto […]