Bonus Eksekutif Gelap Tyco International

SETELAH WorldCom mengguncang kepercayaan diri investor, para eksekutif di Tyco meyakinkan bahwa 2002 jadi tahun paling tak terlupakan bagi dunia saham. Sebelum skandal meruak, Tyco dianggap sebagai saham blue chip yang aman. Tyco adalah perusahaan manufaktur komponen elektronik, perawatan kesehatan dan peralatan keamanan.

Adalah CEO Dennis Kozlowski, CFO Mark Swartz, san dan CLO Mark Belnick yang berulah. Mereka ‘memendam’ dana Tyco lebih dari US$170 juta hasil penahanan bonus dan pinjaman rendah hingga tanpa bunga, tanpa persetujuan pemegang saham sejak 1996 hingga 2002. Kozlowski dan Belnick mengatur penjualan 7,5 juta saham Tyco International tanpa izin, tapi dilaporkan bernilai US$450 juta. Uang ini lalu digelapkan dari perusahaan dengan kedok bonus eksekutif.

Kozlowski menggunakan uang itu untuk memenuhi gaya hidup mewahnya. Di antaranya beberapa rumah, kamar mandi senilai US$6.000 dan pesta ulang tahun US$2 juta untuk sang istri. Sempat tercatat sebagai CEO perusahaan dalam urutan atas daftar bergengsi Fortune 500, Kozlowski (dan Mark Swartz) kini menghuni hotel prodeo selama 25 tahun sejak divonis bersalah pada 2005. Sosok CEO yang sebelumnya dikenal hidup sederhana itu ternyata pembohong besar. Sebagai CEO, Dennis Kozlowski yang termasuk salah satu dari 25 manajer korporat teratas oleh BusinessWeek

Pada awal 2002, skandal ini mulai menyeruak, dan kontan saja harga saham Tyco anjlok sekitar 80% hanya dalam 6 pekan. Para eksekutif sempat kabur dari persidangan pertamanya karena kesalahan pengadilan. Namun mereka berhasil diadili dan dijatuhi hukuman penjara 25 tahun. Keduanya harus mendekam di penjara sampai dengan tahun 2030. Gugatan pada keduanya merugikan perusahaan sebesar US$3,2 miliar.●

Share This:

You may also like...