Bisnis Waralaba, Nggak Ada Matinya

Salah satu bisnis yang memiliki peluang tumbuh kembang positif di tahun kambing kayu ini adalah franchise atau waralaba. Dari data Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), mencatat, jumlah waralaba di Indonesia sejak 2010 mencapai 1.300 merek dengan tak kurang dari 3.000 unit gerai. Dari jumlah ini perputaran uang yang ada sekitar Rp 114 triliun. Angka itu meningkat signifikan di tahun 2011 dengan 1.700 merek, 36.000 gerai, dan perputaran uang Rp 214 triliun. Peningkatan tercatat di kisaran 4,5%-5% per tahun selama kurun waktu tahun 2012-2015.

Sebelumnya banyak orang mengatakan kalau usaha waralaba adalah masuk kategori bisnis yang sulit. Selain itu franchise memiliki tren yang tidak panjang waktunya sehingga usaha model ini menjadi pilihan nomor buncit. Mitos tersebut memang tidak sepenuhnya salah namun kaitannya lebih ke banyak faktor yang mempengaruhinya.

Mereka yang memilih menjadi franchisee dengan cara membeli franchise adalah solusi yang lebih aman untuk memulai suatu usaha. Menjadi franchisee dapat dikatakan sebagai solusi karena biasanya usaha yang di franchisekan tersebut sudah teruji keberhasilannya, sehingga relatif lebih aman dan tidak berisiko. Bisnis ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang kurang berani mengambil risiko untuk memulai usaha atau tidak memiliki ide usaha apa yang sesuai untuk mereka.

Namun bukan berarti, bisnis di bidang ini sama sekali tidak ada risikonya. Risiko tetap ada, tinggal bagaimana meminimalkannya. Misalnya, memilih bisnis waralaba tetapi eksekusinya sebagai pemegang merk. Hal itu menjadi pertimbangan karena jika anda memiliki suatu produk baru maupun inovasi yang di pasaran belum ada maka peluang anda untuk sukses sangat besar. Bagi untung antara pemilik merk dengan pemakai merk/mitra penjualan yang realistis akan menambah minat orang bergabung pada usaha anda. Untuk mendapatkan kebebasan finansial lebih cepat harus ditempuh dengan membangun sebuah bisnis sendiri. Tapi jalan menuju ke sana memang tidak mudah karena tidak semua orang punya keahlian dalam memulai bisnis.

Bagi yang belum sekreatif di atas bisa mencermati konsep bisnis waralaba yang sudah ada. Sebab dengan konsep yang matang dan jelas sangat penting karena akan mempengaruhi roda usaha untuk jangka panjang. Tim yang profesional dan solid juga menentukan prestasi usaha waralaba yang akan dijalankan. Nah, jadi jangan merasa takut dan bimbang ketika ingin menjalankan bisnis franchise karena jika dikelola secara maksimal maka keuntungan yang didapatkan akan besar.

Bisnis di bidang ini memang menggiurkan, jika memiliki modal besar bisa membeli atau menjadi mitra franchise di sektor perdagangan (ritel). Namun, jika memiliki modal terbatas franchise di sektor kuliner bisa menjadi pilihan. Kerapkali, salah memilih jenis bisnis justru mengakibatkan kegagalan dalam berbisnis.

waralaba

Buat mereka yang akan terjun ke bisnis waralaba tahun 2015 ini, maka perlu dipertimbangklan beberapa hal,antara lain: pertama; Franchise tak sekadar beli usaha, tapi juga beli pengalaman. Membangun sebuah usaha dari awal bukan perkara mudah. Akan butuh waktu yang sangat lama agar bisnis tersebut dikenal dan berhasil di pasar. Dengan membeli waralaba secara langsung akan membantu karena merk yang sudah dikenal biasanya sudah banyak pelanggan. Selain itu waralaba juga sudah sekaligus membeli pengalaman, sehingga kita tidak harus bersusah payah dari awal lagi.

Kedua, tidak perlu branding usaha. Salah satu hal yang paling sulit saat akan membangun sebuah bisnis dari awal adalah membangun brand agar dikenal masyarakat luas. Bisnis waralaba yang sudah dikenal masyarakat tentunya akan menjadi keuntungan karena kita tidak perlu repot lagi branding dari awal dan tidak perlu repot mempromosikan bisnis dari awal.

Ketiga; kemungkinan sukses lebih besar. Bisnis waralaba yang sudah punya pengalaman dan punya management baik memiliki peluang sangat besar untuk sukses. Dari hitung-hitungan kemungkinan sukses di bisnis waralaba bisa mencapai 70%, sedangkan bisnis yang dibangun sendiri peluang suksesnya hanya 60%. Namun, kembali lagi ke pelaku bisnis, apakah bisa menjalankan bisnisnya sesuai dengan prosedur bisnis atau tidak.

Meski peluang keberhasilan mencapai 70 persen, bukan berarti semua waralaba bisa menguntungkan. Ada beberapa hal lainnya yang perlu kita ketahui sebelum memutuskan untuk memilih sebuah waralaba,yakni:

1. Pemilik waralaba harus memiliki sistem yang kuat dan memiliki modal yang besar.

2. Pemilik waralaba harus memiliki standard operational procedure (SOP).

3. Memiliki laporan keuangan yang jelas dan rapih, mudah dimengerti. Lebih baik lagi bila dibuat oleh akuntan publik.

4. Pemilik waralaba tidak hanya ingin menjual bisnisnya, tapi juga mau memberikan pengalaman dalam menjalankan bisnis mereka, memberikan masukan pada pembeli waralaba.

5. Pemilik waralaba memberikan pelatihan kepada tenaga kerja sampai mereka paham dengan tugas masing-masing.

6. Franchisor bersedia menyiapkan peralatan dengan harga yang lebih terjangkau dan sesuai dengan standard yang dibutuhkan.

7. Franchisor dapat menyuplai bahan yang dibutuhkan dengan kualitas yang sama dengan standard perusahaan.

8. Terbuka dan adil dalam manajemen dan keuangan waralaba yang mereka miliki.

Share This: