Bisnis Games Semakin Menjanjikan

Melonjaknya pengguna internet di Indonesia berimbas pada maraknya online games. Salah satu subsektor industri kreatif ini diyakini akan terus berkembang pada mendatang. Pembentukan komunitas-komunitas merupakan cara mempertahankan loyalitas konsumen.

 Saat ini sangat mudah untuk menjumpai warung internet (warnet) yang menyediakan layanan online games. Sebagian besar pelanggannya adalah para remaja dan anak-anak. Hal ini tidak lepas dari semakin meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Data Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan,  jumlah pengguna internet tahun lalu  di Indonesia ada 62 juta orang. Angka ini diperkirakan akan membengkak menjadi 107 juta pengguna pada 2014 dan 139 juta pengguna pada tahun 2015.

Keberadaan warnet dan online games ibarat dua sisi dari satu mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Di mana ada warnet di situ tersedia fasilitas online games. Kemudahaan akses ini pula yang mendorong menjamurnya pebisnis yang menggeluti usaha ini. “Pengguna online games akan terus bertambah pada tahun mendatang,” ujar Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kemenparekraf, Armein Firmansyah.

Imbas dari semakin maraknya pengguna permainan ini, kata Armein,  turut mendongkrak omzet online games yang diperkirakan sebesar Rp 75 miliar pada tahun lalu.  Hadirnya smartphone, tablet dan perangkat telekomunikasi lainnya akan semakin mempebesar omzet bisnis ini. Kemenparekraf memperkirakan, pada tahun ini omzet industri games di Indonesia bisa tumbuh di atas 10%.

Secara global, dalam lima tahun terakhir ini perkembangan bisnis games  memang mengalami kemajuan pesat.  Perkembangan games  besarnya 20 kali lipat dibandingkan dengan musik dan 2,5 kali lebih besar dibandingkan dengan perkembangan film.

Besarnya potensi pasar games di Indonesia juga diakui  PT Megaxus Infotech, perusahaan penyedia portal online games. Belum lama ini, mereka  meluncurkan  produk baru yaitu AyoOke. “Inovasi produk baru penting dilakukan agar tetap eksis,” kata Direktur Pelaksana PT Megaxus Infotech Eva Muliawati.

Ia mengatakan,  jumlah pemain online games di Indonesia meningkat antara  5-10 persen setiap tahunnya. Peningkatan itu terutama berkat semakin pesatnya infrastruktur internet. Indonesia sebagai salah satu negara pengguna facebook dan twitter terbesar di dunia menunjukkan bahwa sifat sosial orang Indonesia selalu ingin berinteraksi dan aktif dalam kegiatan kebersamaan. Oleh karena itu, online games dapat menjadi wadah kegiatan bersama.

Ia menambahkan, ribuan lagu favorit tanah air dan luar negeri tersedia dalam games itu sehingga karaoke mania bisa memilih lagu sesuai keinginannya.  Games ini bisa dimainkan di mana saja, kapan saja cukup dengan PC/laptop, headset & mic dan koneksi Internet dan dapat dimainkan serentak di seluruh Indonesia.

Untuk memeriahkan gaung tersebut tersebut, Megaxus menghadirkan revolusi baru. “Bernyanyi, bermain games dengan akses Internet dan update status bisa dilakukan sekaligus,” tutur Eva Muliawati.

Ia mengatakan AyoOke merupakan revolusi baru dalam berkaraoke karena setiap orang bisa berkaraoke serta menyanyikan lagu favorit mereka sembari berjoget secara gratis di mana saja, kapan saja, dilakukan sendiri atau bersama teman dari lokasi yang berbeda dengan hanya terkoneksi lewat Internet.

Selain produk games-nya sendiri, industri pendukung pun turut tumbuh seperti voucher games.  MOL Indonesia sebagai salah satu penyedia jasa penjualan voucher online games di Indonesia bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya sebagai mitranya dalam menyediakan voucher online games MOLPoints yang akan tersedia di gerai Alfamart dan Alfamidi.

Kerja sama ini didorong oleh pertumbuhan startup games dan online games di Indonesia yang baik pada 10 tahun terakhir ini sehingga bisnis penjualan voucher menjadi meningkat. Selain alasan tersebut, MOL Indonesia sendiri menjelaskan bahwa kerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya ini karena untuk mempermudah pelanggan membeli voucher fisik di Alfamart dan Alfamidi.

Untuk mendapatkan voucher online games ini, pemain hanya tinggal datang ke gerai Alfamart atau Alfamidi terdekat dan melakukan transaksi dengan kasir yang nantinya akan mendapatkan PIN dan nomor serial voucher untuk online games.  Voucher fisik online games yang ditawarkan memiliki nilai nominal minimal Rp 11.000 hingga maksimal Rp 220.000 yang dapat digunakan untuk memainkan online games yang terdaftar di perusahaan MOL Indonesia.

Tantangan

Seperti sektor usaha lainnya, bisnis online games pun memiliki tantangan tersendiri. Tantangan ter besar dalam menjalankan bisnis  ini adalah membentuk sumber daya manusia (SDM) yang saling terintegrasi antara satu bagian dan bagian lain.  “Menyangkut SDM, ini sebenarnya berlaku pada semua bisnis, bukan hanya online games saja. Namun, ketika kita berbicara mengenai pembangunan industri online games, kualitas SDM sangatlah penting sebagai penunjang kemajuan perusahaan,” kata Joseph Lumbangaol selaku Development in Creative Industry.

Menurut Joseph, SDM bisa menjadi aset berharga, namun pada saat yang sama bisa menjadi beban bagi perusahaan. “Jadi, di sini tidak hanya diperlukan skill saja. Namun Anda juga harus nilai spiritual maupun continuous learning,” ujarnya.

Dijelaskan Joseph, nilai spiritual di sini adalah soal bagaimana bentuk tanggung jawab seorang pekerja atas apa yang mereka hasilkan. Dalam bisnis online games, Joseph mencontohkan bahwa seseorang yang menggunakan nilai spiritual tidak akan membuat sebuah aplikasi yang sifatnya merusak, namun lebih ke pembuatan games yang bisa mengedukasi.

Sedangkan Continuous learning, kata Yoseph, merupakan perpaduan skill dan kompetensi terbangun atas asimilasi knowledge dan experience. “Ini sama artinya kita harus berani bereksperimen serta berani mengambil dan mengukur risiko,” kata dia. (Kur).

Share This: