Bijaksanalah OJK

Sehubungan pemberitaan di beberapa media online tanggal 10 Nopember 2014 yang menyatakan bahwa Koperasi Simpan Pinjam Nasari termasuk salah satu dari 262 perusahaan yang dinyatakan tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hal ini sangat mengganggu kredibilitas perkoperasian khususnya KSP Nasari yang dapat menurunkan kepercayaan anggota dan menimbulkan ekses negatif yang bisa mengakibatkan terganggunya operasional koperasi.

KSP Nasari telah beroperasi sejak tanggal 31 Agustus 1998 dengan ijin No. 0021/BH/KWK.11/30/VIII/1998 dan telah ditingkatkan menjadi ijin tingkat Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 55/PAD/MENEG.I/VI/2004 tanggal 1 Juni 2004, serta memperoleh Surat Ijin Usaha Simpan Pinjam No. 165/SISP/Dep.1/XII/2011 dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tanggal 12 Desember 2011.

Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa KSP Nasari bukan merupakan perusahaan untuk investasi, dan sesuai UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. KSP Nasari tunduk kepada UU Perkoperasian tersebut dengan melayani dari dan untuk anggota. Dalam UU Perkoperasian koperasi dilarang melakukan investasi seperti di pasar saham, pasar uang, asuransi, danareksa, dll. KSP Nasari menjalankan usahanya dengan senantiasa mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku dengan bimbingan dan arahan dari Kementerian Koperasi dan UKM beserta jajarannya, sehingga penilaian kesehatan KSP Nasari selama 16 tahun memperoleh predikat “Sehat”. Selain itu KSP Nasari juga memperoleh beberapa penghargaan lingkup nasional yaitu Koperasi Berprestasi tingkat Nasional tahun 2006, Satya Lencana Pembangunan Nasional bidang koperasi dari Presiden Republik Indonesia tahun 2010 dan Microfinance Award tahun 2011.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari pengelolaan yang kami laksanakan secara prudent dengan menyalurkan dana dari anggota penyimpan kepada anggota yang memerlukan dana sehingga kesejahteraan seluruh anggota dapat meningkat lebih baik lagi.

Bahkan secara spesifik dapat kami sampaikan bahwa sebagian besar dana disalurkan kepada anggota peminjam yang merupakan pensiunan PNS, TNI dan Polri, dimana gaji pensiun berasal dari APBN sehingga pinjaman yang kami salurkan tersebut memiliki tingkat pengembalian yang sangat baik/ sangat aman. Hal ini tercermin bahwa seluruh kewajiban finansial berupa pembayaran jasa simpanan maupun pokok simpanan yang jatuh tempo dapat kami bayarkan tepat waktu.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut diatas, kami selaku ketua pengurus KSP Nasari dan juga selaku Ketua Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo) menghimbau kepada pihak manapun agar dapat lebih berhati-hati dan bijaksana dalam mengeluarkan statemen khususnya yang menyangkut kepercayaan dari masyarakat luas guna menghindari ekses negatif yang dapat berdampak sangat luas dan merugikan banyak pihak khususnya gerakan koperasi yang sejatinya perlu didukung untuk dapat mandiri dan berkembang semakin besar sehingga dapat sejajar dengan perusahaan multinasional sehingga cita-cita Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi dapat terwujud.

 

Hormat kami

Ketua KSP Nasari

Sahala Panggabean

 

Share This:

Next Post

Investasi Bodong Memakai “Payung” Koperasi

Sen Des 22 , 2014
Beberapa waktu terakhir, santer diberitakan soal kasus penawaran investasi yang ternyata bodong dilakukan oleh perusahaan yang mengatasnamakan diri sebagai koperasi. Ironisnya kasus yang sama terjadi berkali-kali dan seperti layaknya ulangan dari kasus serupa tahun lalu. Sayangnya pemerintah belum juga mengambil tindakan yang tegas terhadap oknum-oknum yang telah menyelewengkan koperasi itu. […]