Bidik Pelaku Usaha Mikro Kecil

Koperasi Sekawan merupakan salah satu koperasi terpercaya yang menjadi mitra LPDB KUMKM untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sampai kini sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian. Hampir sebagian besar pelaku usaha di Indonesia masuk ke dalam sektor tersebut dimana mayoritas merupakan pelaku usaha mikro dan kecil. Kelompok inilah yang menjadi target pembiayaan KSP Sekawan Abadi Sejati, biasa disebut Koperasi Sekawan.

Para pendiri KSP Sekawan Abadi Sejati (Koperasi Sekawan) yaitu Djoko Pranoto, Suhartono, Pahala Santi Devi, dan Trioni A.Lasso meyakini bahwa koperasi adalah rumah yang ideal bagi usaha mikro kecil di Indonesia. Oleh karenanya sejak didirikan pada 17 Desember 2011, Koperasi yang berpusat di Semarang ini fokus membidik usaha mikro kecil melalui layanan dan produk yang dimilikinya. Ini terbukti dari besarnya pinjaman kepada pelaku usaha mikro yang mencapi 80% dari total pinjaman yang disalurkan.

Pilihan Koperasi Sekawan yang menyasar kelompok mikro tepat. Sebab, kelompok inilah yang masih sering kesulitan mengakses permodalan untuk pengembangan usaha. Hadirnya Koperasi di segmen itu merupakan solusi jitu sehingga usaha mereka dapat berkembang.

Dalam mengembangkan layanan usahanya Koperasi Sekawan senantiasa membangun hubungan personal dengan anggotanya sesuai dengan karakteristiknya. Ini yang menjadikan anggota loyal dan mendukung usaha koperasi. Selain itu, Koperasi Sekawan juga terus mengembangkan inovasi layanan dengan dukungan teknologi digital.  

Untuk meningkatkan penetrasi pasar, Koperasi Sekawan juga memperluas jangkauan layanan baik melalui cara organik maupun non organik. Secara organik dengan membuka kantor cabang baru di daerah potensial dan non organik dengan melakukan merger. Seperti diketahui, Koperasi Sekawan telah melakukan merger pada 2018, dengan tiga koperasi yaitu KSP Barokah di Kabupaten Pekalongan, KSP Mutiara di Sleman dan KSP Pahala di Gunung Kidul.

Selain menambah jariangan kantor layanan, Sekawan juga melakukan  kerja sama dengan perbankan guna mendukung layanan digital. Ini penting karena digitalitasi akan memberi kemudahan bagi anggota dalam memenuhi kebutuhannya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, layanan online dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Secara best practice, digitalisasi juga akan meningkatkan daya saing koperasi sehingga berpotensi untuk meningkatkan minat masyarakat menjadi anggota. Koperasi Sekawan juga akan menjadikan kantor-kantor cabangnya sebagai mini ATM untuk meningkatkan pelayanan. Namun hal ini akan disesuaikan dengan kebutuhan anggota. Sebab, sampai detik ini belum semua lapisan masyarakat siap melakukannya secara bersamaan.

Saat ini Koperasi Sekawan memiliki produk dan layanan yang beragam disesuaikan dengan target pasar yang dibidik. Ambil contoh, produk Pinjaman Srikandi Sejati yang dikhususkan untuk anggota ibu-ibu yang memiliki usaha produktif. Layanan ini menggunakan sistem tanggung renteng dimana pinjaman akan dicairkan secara berkelompok seteah anggota mengikuti pendidikan perkoperasian dan pengelolaan keuangan sederhana.

Jam terbang selama 10 tahun membiayai sektor usaha mikro kecil menjadikan Koperasi Sekawan sangat memahami seluk beluk di usaha tersebut. Tidak heran, jika Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menjadikannya mitra sebagai penyalur dana bergulir dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). (Kur).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *