BI Sikapi 184 Money Changer Liar

money changer

Hingga 7 April 2017, money changer atau kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) telah ditertibkan Bank Indonesia (BI). Dari 783 money changer yang tak berizin per 31 Maret 2017, mayoritas di Pulau Jawa (416),  Sumatera (184), Bali dan Nusa Tenggara (90), Kalimantan (82), Sulawesi, Maluku dan Papua (11). Setelah itu, penertiban berlanjut terhadap money changer atau KUPVA BB tanpa izin.

Penertiban tahap pertama, 10-13 April 2017; di wilayah kerja BI kantor pusat, yaitu Jakarta, Bogor, dan Depok, kantor perwakilan BI Sumatera Utara, Pematang Siantar, dan Bali; dengan target 184 pelaku. Dari target 184 pelaku KUPVA BB tanpa izin di ketiga wilayah tersebut, 18 pelaku telah mengajukan izin kepada bank sentral. Adapun sebanyak 71 money changer telah menghentikan layanannya dan 95 pelaku ditertibkan.

“Pelaku usaha yang ditertibkan berbentuk money changer, toko emas, pengusaha tour and travel, atau usaha lainnya seperti toko elektronik. Pasalnya, KUPVA BB tak berizin kerap disalahgunakan sebagai sarana tindak pidana. Seperti, tindak pidana pencucian uang, transaksi narkotika, pendanaan terorisme. “Banyak orang menyembunyikan kejahatan besar dan terorganisir di Indonesia pasti berujung pada money changer,” ujar Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Agung Setya.

Dari hasil pemetaan BI hingga 24 Maret 2017, didapati 783 KUPVA BB tak berizin. Sebanyak 92% persen usaha itu merupakan perorangan, sisanya telah mengantongi badan usaha. Dilihat dari jenis usahanya, sebanyak 45% berupa money changer, 27 persen toko emas, 20% tour and travel, dan 8% usaha lain-lain.

Berdasarkan rekaman BI, jumlah transaksi KUPVA ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup fantastis. Di 2014, jumlah transaksinya mencapai Rp205 triliun. Pada 2015 tercatat Rp403 triliun, dan pad 2016 angkanya Rp251 triliun.●(dd)

Share This:

2 Comments on “BI Sikapi 184 Money Changer Liar”

Comments are closed.