Bertekad Kembangkan Wirausaha Baru

Dua penghargaan yang diraih Kopdit Pintu Air, yaitu Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional 2015 dan Koperasi Award 2015 membuat pamornya kian mencorong, sekaligus juga membanggakan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berjarak sekitar 20 km dari Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, tepatnya di dusun Rotat desa Ladogahar, di sinilah Kopdit Pintu Air memulai usahanya pada 1 April 1995. Kehadirannya memang jauh dari ingar bingar media massa, namun dengan semangat 50 orang anggota yang militan, koperasi ini mampu menuai prestasi yang menggema hingga ibukota negara, Jakarta. Tak heran jika Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga di sela Hari Koperasi ke 68 pada 12 Juli lalu di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyempatkan waktunya singgah ke koperasi dengan anggota hampir seratus ribu orang, atau terbesar di NTT. Sebarannya sudah meliputi seluruh kabupaten/kota di NTT.

kopdit, hut koperas

Luasnyajaringan layanan ini membuat koperasi dapat berbicara banyak untuk membantu anggota yang mengalami kesulitan ekonomi. Selain memberikan pinjaman kepada anggota, koperasi juga melakukan pendampingan cara mengelola keuangan. Sampai Juli 2015, simpanan saham sebesar Rp 190,634 miliar, dan pinjaman yang disalurkan Rp 291,830 miliar. Sedangkan total aset sebesar Rp 373,666 miliar dan jumlah anggota 97.167 orang. Melesatnya kinerja Kopdit Pintu Air tidak bisa dilepaskan dari sosok Yakobus Jano, salah satu pendiri yang kini Ketua Kopdit Pintu
Air. Kepedulian terhadap nasib masyarakat yang banyak terjerat rentenir mendorong ia dan beberapa koperasi&ukm rekan mendirikan Kopdit. Tujuannya sederhana, ingin memberdayakan masyarakat. “Koperasi ini tidak melulu hanya untuk menumpuk keuntungan, tapi juga sekaligus mendidik masyarakat untuk melek finansial,” ujarnya didampingi General Manager Kopdit Pintu Air, Gabriel Surowutun. Meski sudah merajai bumi NTT, namun pengurusnya tetap mempertahankan kantor pusat di pelosok kampung Rotat. Dusun itu menjadi saksi kelahiran gerakan
Kopdit yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial semata.

Dengan spirit Ora Et Labora Kopdit ini akan terus mengarungi “samudera kehidupan” bersama anggota sekuat apapun ombak yang mengadang.
Ke depan, pengurus dan pengelola koperasi ini masih menyimpan mimpi yakni mengajarkan orang menjadi wirausahawan baru. Sehingga bisa mengelola sumber daya alam Indonesia yang serba kaya. Mereka juga berencana memiliki toserba (toko serba ada), membeli kapal, dan membangun pelabuhan laut.

 

Share This:

Next Post

MENGURAI KEMACETAN JAKARTA

Sen Okt 12 , 2015
Pembangunan proyek Mass Rapid Transit yang terkatung-katung cukup lama, kini sudah dilaksanakan oleh Pemda DKI Jakarta. Kemacetan yang cukup parah di ibukota negara ini, diharapkan bisa berkurang dengan adanya transportasi ini seperti di negara-negara lain. Proyek ini terdiri dalam dua tahap yakni UtaraSelatan, yang kini sedang dilaksanakan berawal dari Kampung Bandan menuju Lebak Bulus. Dan selanjutnya Timur-Barat. Memang dalam pelaksanaan proyek […]