Berkat Dana Bergulir, PT Gujati 59 Sukses Kembangkan Usaha Jamu

Suasana pabrik di PT Gujati 59-Foto: Istimewa.

SUKOHARJO—Pada 2013 PT Gujati 59 Utama adalah sebuah perusahaan jamu olahan yang awalnya hanya memiliki enam orang karyawan.  Pada 2013 perusahaan yang terletak di Desa Nguter, Kabupaten Sukohardjo ini berkembang dan mempunyai 150 karyawan.

Ketika itu PT Gujati 59 Utama memutuskan mengajukan pinjaman kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM) sebesar Rp2,2 miliar yang diberikan dua tahap.

“Dana sebesar itu kami pergunakan untuk pengembangan usaha dan sudah berhasil kami kembalikan lunas pada 2017,” kata Direktur Utama PT Gujati 59 Utama Agung Shusena, beberapa waktu lalu.

Menurut Agung pinjaman dana yang didapat dari LPDB-KUMKM itu dirasakan sangat bermanfaat bagi jalannya usaha PT Gujati 59 Utama. Selain diperuntukkan untuk pengembangan usaha, dana yang diperoleh dari LPDB-KUMKM juga digunakan untuk diversifikasi produk hingga mencapai 20%. Imbas positifnya, kini perusahaan jamu ini sudah memiliki 400 karyawan.

PT Gujati 59 Utama, lanjut Agung, memilih LPDB-KUMKM sebagai tempat meminjam dana, karena merasa proses pengajuannya mudah.

“Kami sangat terbantu dengan pinjaman dana LPDB ini karena prosesnya mudah dan bunganya murah,” ungkap Agung.

Total kini sudah ada 89 produk jamu olahan yang diproduksi oleh PT Gujati 59 Utama yang dipasarkan ke seluruh Indonesia dan sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Untuk I tu Ia berharap dapat mengajukan pinjaman dana lagi kepada  LPDB-KUMKM. Dia berharap lembaga ini   tidak hanya memberi pinjaman dana namun juga memberikan pembinaan dan fasilitas pemasaran produk-produknya.

“Kita berharap dapat diikutsertakan pada event-event pameran nasional maupun luar negeri,” pungkas Agung (van).

 

Share This:

Next Post

BPS: Nilai Tukar Petani Nasional Turun 0,37 Persen

Kam Agu 2 , 2018
JAKARTA—Badan Pusat Statistik mengungkapkan Nilai  Tukar Petani (NTP) secara nasional  pada Juli 2018 mencapai 101,66 atau mengalami penurunan 0,37 persen dibanding bulan sebelumnya.  Pada Juni 2018 NTP berada pada angka 102,04. Penurunan NTP dipengaruhi turunnya NTP pada Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,62 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,88 persen […]