Bercerminkah Kita dariBangkrutnyaYunani?

Kondisi Yunani makin kacau setelah berstatus negarabangkrut.Tiga serangkaiUni Eropa, ECB dan IMF—bisasajamelunasiutang yang Rp 108 triliunitu. Namun, Yunani menolak syarat yang diajukan IMF. Di antaranya, pengurangan anggaran untuk gaji dan pensiun PNS serta menaikkan pajak.

 

RepublikYunanikiniterdegradasi.Mata uangnya (drachma) pernah jaya di dunia, sebelum era dolar Amerika dan poundsterling Inggris.Terhitungtanggal30 Juni 2015, negeriberpenduduk11,03 juta jiwaitudinyatakan bangkrut. NegeriparaDewaDewiinigagal melunasi utangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar €1,54 miliar atau setara Rp22 triliun, yang jatuh tempo pada Selasa (30/6) lalu. Hingga kuartal-I 2015, utangnya mencapai €316 miliar.

EllenikiDimokratia, namaresminegerimajuitu, memiliki sejarah panjang dan kaya yang membawa pengaruh budaya besar terhadap tiga benua. Di era modern, Yunanimencatatkan indeks pembangunan pendapatan per kapita yang tinggi.Pendapatan per kapita rata-rata pada 2004 diperkirakan US$22.000.Sebanyak58,8% penduduk tinggal di daerah perkotaan, sisanya (28,4%) tinggal di pedesaan. Mayoritas(94%)warga yang di zamankunoakrabdenganDewa Zeus, Aphrodite, Athena, Poseidon, Apollo dan lain-lain itupemeluk agama Gereja Ortodoks Timur.

Selamaini, Yunani memiliki standar hidup yang tinggi, berada di urutan ke-24 dalam Indeks Pembangunan Manusia 2005 dan ke-22 dalam Indeks Kualitas Hidup Dunia 2005 versi The Economist. Ekonominya terus meningkat dipengujungabad ke-20, sejalan dengan pengetatanfiskalguna memasukkan Yunani ke dalam Zona Euro pada 1 Januari2001.Dalam 5 tahun terakhir, anggaran pensiun telah dipangkas 60%, menjadi rerata hanya€830/Rp11,6 juta per bulan.

Sejajardengan Zimbabwe

Dalamsistemperekonomian, Yunani menganut ekonomi kapitalis campuran, dimana sektor publik menyumbang sekitar setengah dari PDB.Kontribusi pariwisataberperanan amatpenting bagi GDP dan pendapatan,berkat pertukaran mata uang asing.Pada tahun 2004lalusaja, misalnya, Yunani menempati urutan ke-12 tujuan pariwisata internasional. Takkurangdari 14,18 juta wisatawanmancanegaramenyatroninegeriyang begitujaya di masalaluitu.

Menyandangstatus negara bangkrut, Yunaniakan sejajar dengan Zimbabwe, Kuba, dan Somalia yang mengalami kondisi sama.Sebagai gambaran, pada triwulan I-2015, PDB Yunani tercatat US$ 241,72 miliar dengan pertumbuhan ekonomi 0,20 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, PDB per kapita Yunani sebesar US$ 18.146,3, dengan tingkat pengangguran 25,6%.

Dampak krisis utang pun makin luas. Perbankan ditutup, puluhan ribu orang protes turun ke jalan. Selain bangkrut, negara ini juga tengah mengalami depresi ekonomi.PDB merekaturun 25% dalam 6 tahun terakhir, sejak hidupnya bergantung dari utang. Tingkat pengangguran juga melonjak, dari 10% di 2010 menjadi 25% padaMaret 2015 lalu. Populasi warga Yunani menyusut 3% sejak 2010karenamerekamemilihhengkangkenegara lain.

Masyarakat mulai panik, kekurangan uang. Banyak nasabah yang tidak bisa mengambil di ATM.Bahkan banyak pensiunan menangisdi ruang terbuka Yunani.Mereka takut uang mereka tidak bisa diambil lagi.Bank terancam tutup lebih lama.Laporan terakhir Business Insider menyebut, beberapa bank di Yunani benar-benar kehabisan modal.Pengambilan uang hanya boleh lewat ATM. Namun, turis asing di Yunani ‘dipalak’ dengan mengenakan tarif tinggi saat mengambil uang di ATM. Masyarakat Yunani sendiri dibatasi dalam ketika mengambil uang di ATM yaitu hanya US$ 67 per hari.

unjuk rasa di yunan

TKI di sanabernasibsama. “Pada akhir Mei lalu, banyak yang digaji hanya separuh, bahkan ada pula yang seperempatnya saja,” kata John Admiral,Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedubes RI Athena.Di Yunani ada sekitar 900-an orang Indonesia, 85 persen adalah pekerja informal seperti pekerja rumah tangga. “Ada yang menginap di majikan, ada pula yang tidak,” kata John.

Bagi pekerja rumah tangga yang tinggal dengan majikan, kata John, mereka biasanya sudah disediakan makanan untuk kebutuhan sehari-harinya. Bagi yang tidak, ada Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia di Yunani yang siap memberikan bantuan persediaan makanan bila mereka kesulitan mendapatkan makanan sehari-hari. “Bantuan itu sudah cukup, sehingga tidak ada warga Indonesia yang kelaparan sampai saat ini, atau bahkan meminta bantuan KBRI,” katanya.

Mereka yang beruntung masih memiliki pekerjaan, gajinya harus rela dipangkas. Pemangkasan gaji pekerja di Yunani merupakan yang terbesar di antara negara maju lain, sejak 2008. Kondisi ekonomi ini, membuat banyaknya perusahaan yang gulung tikar. Hampir 60 perusahaan tutup tiap hari di Yunani sepanjang tahun ini. Pusat-pusat sejarah di Yunani saat ini penuh dengan pasar.

Dengan tingginya angka pengangguran, uang pensiun menjadi pemasukan utama dari banyak keluarga di Yunani. Pemerintah Yunani menutup bank demi mencegah adanya penarikan dana besar-besaran. Penarikan dana juga dibatasi di ATM, hanya €60/Rp800 ribu per hari. Bank buka hanya untuk melayani para pensiunan mengambil uangnya. Penarikannya dibatasi hanya €120/Rp1,6 juta.

Kasus Yunani ini bikin geger dunia. Dampak krisis dikhawatirkan bisa merembet ke mana-mana.Bencanainiberawaldari manajemen perekonomian Yunani yang tidak rapi plus pelaku korupsi, dan banyaknya pengemplang pajak. Untuk keluar dari status krisis ini tidak ada jalan lain selain meminta utang baru. Referendum nasionalmenghasilkan, 61% warga Yunani menolak penghematan anggaran, sebagai syarat cairnya utang baru dari Eropa dan International Monetary Fund (IMF). Yunani butuh utang baru untuk hidup, dan juga menutup utangnya yang jatuh tempo.

Mungkin kurang dari sepekan, Yunani akan dikeluarkan dari eurozone. Alasannya, status bangkrut Yunani bisa mengganggu kestabilan nilai euro dan menggoyangkan ekonomi negara eurozone.”Yunani cepat atau lambat akan meninggalkan zona euro. Zona euro tidak bisa berlanjut dalam bentuk saat ini tanpa integrasi politik,” kata mantan kepala bank sentral Amerika Serikat, Alan Greenspan, Kepala Federal Reserve 1987-2006.

Bila Yunani tidak mendapatkan utang baru dari Eropa, negara ini tidak bisa membayar uang pensiun dan gaji PNS. KemungkinanbesarYunanijuga tidak akan bisa mencari utang dari pasar uang internasional. Jika pun adakreditor, bungauntukitupasti akan tinggi.Alhasil, nasib kelanjutan perekonomian Yunani/perbankan Yunani ini bergantung pada bagaimanasikapdanlangkahlebihlanjutBank Sentral Eropa.

BerdampakkahTerhadap Indonesia?

Sejak 2000, empatnegarasedikitnyadinyatakanbangkrut.Denganutang US$138 miliar, pada Maret 2012 lalu, Yunani juga tidak bisa membayar utang-utangnya senilai US$138 miliar/Rp1,794 triliun. Namun, Yunani mendapat suntikan dana (bailout) dari migtranya di Eropa.

Argentina dengan utang US$95 miliar. Pada Juli 2014, Argentina dinyatakan gagal bayar (default), tidak bisa membayar utangnya kepada kreditur. Sampai saat ini, status Argentina masih gagal bayar. Puerto Rico juga bangkrut karena tidak mampu memenuhi syarat untuk restrukturisasi utangnya. Utang negara di Kepulauan Karibia ini mencapai US$73 miliar atau sekitar Rp949 triliun.

Jamaika tidak mau membayar US$7,9 miliarutang-utangnya selama5 tahun. Saat itu, 40% dari anggaran dialokasikan untuk membayar utang. Ekonomi Jamaika yang bergantung pada pariwisata menderita karena resesi ekonomi di AS pada akhir 2008.Lalu, Ekuador dengan utang US$3,2 miliar. Pada Desember 2008, Presiden Rafael Correa, mengatakan, utang-utang dari hedge fund asal Amerika Serikat tidak bermoral. Sebenarnya Ekuador merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, dan bisa membayar utangnya. Mereka memilih tidak membayar.

Akankahkrisis di sanaberdampakke Indonesia? Analis Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, melihat krisis Yunani tidak akan berdampak signifikan terhadap Indonesia. Tidak ada hubungan langsung antara Yunani dengan Indonesia.Penyebab bangkrutnya Yunani adalah terkait obligasi jatuh tempo yang tidak sanggup dibayar. Obligasi milik Yunani tak berarti apa pun. Rating dari obligasi tersebut tak lebih dari ‘sampah’.

“Efeknya paling cuma sehari. Lagian surat utang Yunani kan bukan rating triple A, surat utang dia kan sudah dianggap sampah, jadi nggak ngaruh,” katanya.”Dampaknya hanya ke IHSG, ke rupiah nggak, karena rupiah hubungannya dengan dolar AS bukan euro,” kata dia.Terhadap negara-negara di Eropamemangberengaruh, tapi ke Indonesia hanya sedikit saja.

Di sisilain, “Rendahnya rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) bukan jaminan sebuah negara terbebas dari ancaman krisis. Pengelolaan utang yang prudent dan penggunaan pada kegiatan produktif menjadi pe-er pemerintah Indonesia agar tidak bangkrut seperti Yunani,” kata Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati. Krisis Yunani berawal dari pengelolaan utang yang tidak prudent atau bijak. Salah adalah besarnya jaminan sosial yang ditanggung oleh pemerintah. “Pembiayaannyajustrudari utang”.

Utang untuk kegiatan non-produktif tentu saja tidak akan menghasilkan keuntungan atau untuk kegiatan refinancing atau pendanaan kembali. Di sisi lain, sumber daya ekonomi Yunani tidaklah banyak. Yunani mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi utama.”Ini kan nilai tambahnya kecil. Di samping itu, ada fluktuasi. Ketika terjadi perlambatan ekonomi dunia, pasti sektor ini langsung terpengaruh signifikan,” ujarnya.

Ketikakalanganeksekutifmasihmenyuarakansikapoptimistis yang terasajanggal, Enny Sri Hartatimenegaskan, tidak ada contoh suatunegaraamandarikrisisjikarasio utang negara dianggap aman terhadap PDB-nya.Sebab,soalinilebih bergantung pada urusan pengelolaannya.

Share This:

You may also like...