Beras Thailand dan Vietnam pun Tiba

RATUSAN ribu ton beras impor asal Vietnam dan Thailand siap membanjiri pasar Tanah Air bulan ini. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan hal itu. Masuknya beras impor disebut sebagai merupakan upaya menambahkan pasokan sehingga diharapkan bisa menurunkan harga beras yang semakin tinggi. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya lonjakan harga beras saat bulan puasa.

Sisa  impor sebesar 219 ribu ton akan masuk pada Maret ini. Langkah impor ini disepakati pemerintah untuk menjaga pasokan. “Ya, kalau itu kita memang impor dari Thailand, Vietnam yang akan jadi stok beras kita dan dikeluarkan Maret nanti,” ujar Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti. Bulog diintruksikan untuk terus menstabilkan harga beras. Beras impor ini juga disiagakan guna mencegah kenaikan harga beras yang biasanya terjadi pada bulan puasa dan Lebaran.

“Di antara yang harus segera kami eksekusi adalah mengisi shortage antara kebutuhan dengan produksi. Kita semua paham kalau harga akan bergeser dengan proses demand and supply, dengan asumsi demand kurang lebih sama, pasti yang gerakkan harga adalah supply. Artinya, kalau harga ke atas, ada kekurangan supply terhadap demand. Ketika harga turun, berarti ada kelebihan supply daripada demand,” katanya.

Pada prinsipnya, tersedianya kebutuhan beras akan membuat harga di pasaran tetap terjaga dan optimis bisa menjaga pasokan beras di pasar. Terlebih lagi, pemerintah juga sudah membentuk Satgas Pangan untuk mencegah para spekulan membuat distorsi di pasar.

“Siapa yang distorsi? Itu kalau ada spekulan, tapi dengan adanya Satgas Pangan, saya yakin distorsi pasar tidak banyak terjadi. Adanya kekurangan suplai dari demand, makanya saya lakukan operasi pasar. Bukan sekedar operasi pasar murah, mulai kemarin, bisa dilihat di pasar-pasar, seluruh Indonesia. Saya ingin sampaikan dengan melakukan operasi pasar murah ini, tentu segala daya yang ada di Bulog akan dimanfaatkan,” tukasnya.

“Kami tidak ingin tidak ada yang diserap di beras. Diharapakan di lapangan itu. Saya kira data udah disampaikkan kita akan melihat dimana kami mengerjakan yang selayaknya dan sekitar 400 ribu ton beras yang akan kami keluarkan dari 600 ribu ton beras kita,” ujar Djarot. Stok itu akan dikeluarkan secara bertahap. Dimana hal tersebut diagendakan lewat operasi pasar sebelum dan menjelang bulan puasa untuk mencegah terjadinya kenaikan harga pada beras yang bisa saja mempengaruhi inflasi.

“Idealnya, sebelum memasuki puasa kita sudah bisa panen 150 ribu ton itu kuota sepanjang tahun. Nah stok yang kita punya ini kita lakukan secara bertahap tahap yang di bulan ini dan kedepannya agar bisa menjaga inflaai di angka yang aman,” paparnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa pada Februari 2018, rata-rata harga beras untuk semua kualitas di tingkat penggilingan mengalami peningkatan. Untuk kualitas premium, harga beras naik sebesar 0,31%, kualias medium naik 0,37%, dan kualitas rendah naik sebesar 1,99%. Sementara data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan harga beras medium masih Rp12.500/kg.

Share This: