Beras Naik 10%, OMB Nambah 1,2 Juta

CATATAN yang disampaian World Bank (Bank Dunia) tentang harga beras amat menarik. Bahwa kenaikan harga sekitar 10% akan memunculkan orang miskin baru (OMB). Jumlahnya dahsyat: 1,2 juta. Logikanya, karena ¾ masyarakat mengonsumsi beras. Lebih menarik dari itu, hanya satu pihak yang diuntungkan, yaitu pengimpor. Sebab harga beras di Indonesia 70% lebih tinggi dari harga internasional.

Statistik versi BPS menyebut angka kemiskinan saat ini di bawah dua digit. Angka real-nya entahlah, karena BPS menggunakan parameter superminimalis ala Afrika. Yang pasti, kata Vivi Alatas, Ekonom Senior Bank Dunia,  saat ini 22% masyarakat Indonesia masuk dalam kategori kelas menengah. Hanya 5% di kelompok kelas atas, 45% golongan kelas menengah tapi tidak miskin dan tidak rentan.

Masalah kemiskinan di Indonesia, kata Vivi, cukup cepat berubah. Orang miskin di Indonesia itu gantian. Misalnya, ada bencana alam, itu juga menyebabkan orang masuk dalam kategori miskin. Ada yang baru keluar dari jurang kemiskinan, bisa kembali lagi karena bencana.

Pemerintah, c.q. Bulog harus betul-betul menjaga harga beras tetap stabil. Komitmen kerakyatan yang ditunjukkan Kabulog Budi Waseso selama ini patut diacungi jempol.

 

Basuki Ranto

Surabaya, Jawa Timur

Share This:

Next Post

Bangkrutnya Ribuan Kontraktor Swasta

Sel Des 4 , 2018
MONOPOLI Perusahaan Badan Usaha Milik Negara dalam proyek infrastruktur, semakin menjadi sorotan saat ini. Kalangan swasta tidak hanya sulit mendapatkan bagian, bahkan tidak diundang sejak pelaksanaan lelang. “Proyek infrastruktur jadi bersifat dari BUMN, oleh BUMN, untuk BUMN. Rakyat sulit menikmati hasil yang optimal, tetapi kebagian membayar utang,” ujar Ekonom Institute […]