Belgia Gandeng Kota Bandung Rancang Pengembangan Kuliner Halal

Iiustrasi-Foto: Humas Kota Bandung.

BANDUNG–—Pemerintah Belgia menggandeng Pemerintah Kota Bandung untuk merancang kerja sama di bidang kesehatan, industri penerbangan dan pengembangan kuliner halal. lanjutan Memorandum of Understanding (MoU) sister city antara Kota Bandung dengan Kota Namur, Belgia pada 2017 silam

Kota Bandung menjadi kota pertama dan satu-satunya yang menjalin kerja sama sister city antara Indonesia dengan Belgia.

Hal ini terungkap setelah Dubes Belgia, Stephane De Loecker bertemu dengan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Pendopo, Rabu (12/6). Pria yang karib disapa Mang Oded ini menyambut rencana kerja sama tersebut
“Duta besar Belgia datang ke sini menawarkan kerja sama antara Kota Bandung dengan Kota Namur. Ini bagian dari pada upaya-upaya kita untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Belgia yang sesungguhnya sudah terjalin 70 tahun lalu,” kata Oded.

Khusus untuk pengembangan makanan halal, wali kota sangat antusias agar kerja sama dengan Belgia bisa terealisasi.

“Apalagi saat ini kami berupaya mewujudkan Kota Bandung sebagai kota wisata halal. Salah satu unggulannya yakni menyodorkan kuliner halal,” ujar dia.

Saat ini Pemkot Bandung menggarap serius pengembangan makanan halal di Kota Bandung. Begitu seirusnya pengembangan makanan halal melibatkan perguruan tinggi seperti di ITB dan Unpad. Rupanya, Belgia juga membaca potensi pasar makanan halal di Kota Bandung.

“Mereka ingin meningkatkan kerja sama yang positif dan konstruktif. Mereka menawarkan di antaranya membuat halal food. Karena mereka melihat bahwa di Indonesia khususnya Jawa Barat sebagai konsumen halal food yang baik,” tutur Oded.

Ia berharap, kerja sama ini menjadi ajang untuk bertukar pikiran dalam rangka menggali cara kerja pembuatan makanan halal di Belgia. Hal itu mengingat keberadaan umat Islam bukanlah warga mayoritas di Belgia.

Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi pelecut motivasi bagi Kota Bandung untuk lebih serius menggarap makanan halal. Bukan semata persoalan bisnis, tetapi juga sejalan dengan konsep penguatan spiritual sesuai visi Bandung ‎Agamis.

“Kita transfer ilmu juga dari mereka karena di Belgia halal food sudah luar biasa. Ini menjadi spirit dan inspirasi buat kita. Kalau negara yang minoritas umat Islam saja punya perhatian yang luar biasa terhadap halal food, harusnya kita bisa lebih dulu. Ini jadi spirit buat kita untuk lebih serius menggarap makanan halal,” pungkas Oded.

Share This:

You may also like...