Basis Jempolan Seni Menjual

diana-dewi

 Dilema antara mengutamakan pekerjaan dengan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga sering dihadapi pekerja wanita. Hal ini pula yang sering berkecamuk dalam pikiran Diana Dewi. Secara naluriah, ia ingin sekali menghabiskan waktu bersama buah hati tercintanya. Namun, pada sisi lain ia terikat dengan jam kerja di perusahaan tempatnya bekerja.

Waktu terus berlalu dan dilema itu tetap menghantui pikirannya. Setelah berpikir cukup lama dan berdiskusi dengan kelurga, ia pun lebih memilih suara hatinya, resign. Bukan pilihan mudah apalagi dengan posisinya saat itu sebagai sales manager di perusahaan pakan ternak ternama. Fasilitas dan materi yang diterimanya lebih dari kata cukup. “Ingin dekat dengan keluarga sambil bisa berkarya,” ujar Diana.

Pengalaman bekerja selama sembilan tahun, membuatnya sangat memahami seluk beluk di bidang pakan ternak. Apalagi sebagai marketing yang tentu memiliki keahlian seni menjual yang tinggi. Ia pun mengawali bisnis di bidang ini pada 1998. Usahanya kemudian berkembang ke supplier bahan makanan, peternakan ayam dan daging sapi.

Perempuan kelahiran Jakarta 51 tahun silam itu, melihat potensi besar dalam bisnis daging sapi. Dengan jumlah kelas menengah yang semakin meningkat kebutuhan terhadap daging sapi melonjak. Sayangnya, pasokan domestik tidak mencukupi sehingga solusinya adalah impor.

Selain sebagai importir, ia pun mengembangkan pasar sapi domestik dengan menjalin kemitraan. Tercatat ada ratusan peternak sapi yang tersebar di beberapa wilayah di Tanah Air yang telah menjalin kerja sama dengannya.  Kini, perusahaannya dengan bendera PD Garuda Jaya dan PT Suri Nusantara Jaya yang bergerak di bisnis katering terus berkibar. Dari semua lini bisnis yang digelutinya, ia melihat ada benang merah yang bisa diambil untuk berhasil. Pebisnis, kata Diana, harus mengedepankan kualitas pelayanan dan bisa dipercaya. Misalnya, daging yang diimpor maupun lokal harus benar-benar memenuhi regulasi. “Untuk bisa sukses, kualitas produk perlu dijaga,” ujarnya.

Selain kualitas produk, pebisnis juga harus memiliki kesiapan mental untuk menghadapi berbagai risiko, termasuk kegagalan. Hal ini berbeda dengan karyawan yang memiliki kepastian menerima gaji di akhir bulan.

Setiap orang tentu memiliki pilihan dalam hidupnya. Namun ikutilah suara hati seperti yang telah dibuktikan Diana Dewi.

 

Share This: